Hadapi Panas Ekstrem, Ini Tips Kesehatan dari Dinkes Jabar

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, Indonesia akan mengalami fenomena El Nino, yakni musim kemarau yang lebih kering dan panjang.

Hadapi Panas Ekstrem, Ini Tips Kesehatan dari Dinkes Jabar
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, Indonesia akan mengalami fenomena El Nino, yakni musim kemarau yang lebih kering dan panjang, dari rata-rata normal.

Tidak hanya itu, fenomen El Nino ini dipastikan akan memberikan dampak gelombang panas ekstrem. Terbaru, akhir Juni lalu Jerman dan Republik Ceko mengalami panas ekstrem, di mana suhu mencapai 41°C. WHO mencatat, lebih 1.300 korban meninggal akibat kondisi cuaca tersebut.

Menyikapi potensi panas ekstrem yang bisa terjadi di Jawa Barat, Dinas Kesehatan (Dinkes) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani Dewi mengatakan, ada sejumlah hal yang dapat dilakukan masyarakat dalam menjaga kesehatan, serta mencegah penyakit akibat panas ekstrem seperti ISPA. Vini menekankan, prilaku hidup bersih dan sehat menjadi acuan utama.

"Cuci tangan sebelum makan. Kalau sakit pakai masker dan minumnya ditambah," saran Vini saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Minggu (5/7/2026).

Bila banyak beraktivitas di luar ruangan, ia menekankan untuk menggunakan alat pelindung diri dari terik matahari, seperti payung.

Selain itu, menggunakan masker turut disarankan guna mencegah partikel debu masuk melalui hidung dan mulut, untuk mencegah ISPA dan banyak minum air putih, untuk mencegah dehidrasi.

"Tipsnya itu saja sebenarnya. PHBS. Cuci tangan sebelum makanz setelah buang air besar, setelah melakukan aktivitas. Minumnya ditambah. Kalau beraktivitas di luar, pakailah pelindung," tandasnya.***


Editor : JakaPermana