Temuan 1 Juta Kasus Baru Jantung, Pemprov Jabar Dorong Warga Rajin Cek Kesehatan
Pemprov Jabar memperkuat gerakan sadar kesehatan setelah sekitar 1 juta kasus baru penyakit jantung ditemukan melalui Program CKG secara nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) menggalakkan kesadaran Kesehatan masyarakat menyusul temuan sekitar satu juta kasus baru Penyakit Jantung dari total 60 juta warga yang mengikuti Program Kesehatan-gratis'>Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga Juli 2026 secara nasional.
Temuan tersebut dinilai menunjukkan masih tingginya fenomena Penyakit Jantung sebagai silent killer. Sebagian penderita diketahui tidak merasakan gejala sebelumnya dan menganggap kondisi tubuh mereka dalam keadaan sehat.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pentingnya pemeriksaan Kesehatan secara berkala.
“Kalau tidak ada deteksi dini gimana jadinya. Jadi yang merasa sehat belum tentu benar-benar sehat,” ujar Erwan dalam keterangannya di Bandung, Rabu.
Pemprov Jabar Perkuat Gerakan Sadar Kesehatan
Erwan mengatakan temuan kasus baru tersebut menjadi perhatian serius bagi Pemprov Jabar. Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat gerakan sadar Kesehatan untuk membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Selain itu, kampanye mengenai kesadaran terhadap risiko Penyakit Jantung akan diperluas kepada seluruh lapisan masyarakat.
Menurut Erwan, upaya pencegahan dan deteksi dini perlu dilakukan karena Penyakit Jantung dapat muncul tanpa didahului gejala yang dirasakan oleh penderitanya.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak hanya memeriksakan diri ketika mengalami keluhan, tetapi juga melakukan pemeriksaan Kesehatan secara berkala sebagai langkah deteksi dini.
Pemprov Jabar Gandeng Yayasan Jantung Indonesia
Dalam menjalankan gerakan tersebut, Pemprov Jabar akan memperkuat kolaborasi dengan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Jawa Barat.
Kepengurusan baru YJI Jabar periode 2026-2031 kini resmi dipimpin Komar Hanifi setelah dilantik langsung oleh Ketua Umum YJI Pusat Annisa Pohan Yudhoyono.
Erwan menilai keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk membangun budaya hidup sehat secara lebih luas di Jawa Barat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, kita butuh salah satunya Yayasan Jantung Indonesia untuk membangun budaya hidup sehat di Jawa Barat,” kata Erwan.
Edukasi Pencegahan Jadi Kunci
Erwan berharap kepengurusan baru YJI Jabar dapat berkontribusi aktif dalam menekan angka fatalitas akibat serangan jantung mendadak.
Kontribusi tersebut diharapkan diwujudkan melalui edukasi mengenai pencegahan dan deteksi dini serta pembiasaan pola hidup sehat di tengah masyarakat.
Pemprov Jabar juga mendorong agar kesadaran menjaga Kesehatan tidak hanya dilakukan ketika seseorang telah mengalami gangguan Kesehatan. Budaya pemeriksaan rutin dan penerapan gaya hidup sehat dinilai perlu menjadi kebiasaan masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga terhadap faktor risiko Penyakit Jantung sekaligus mendorong penanganan lebih dini apabila ditemukan masalah Kesehatan.***
Editor : JakaPermana

