Pemprov Jabar Kebut Target Cek Kesehatan Gratis 2026

Target 20 persen keikutsertaan masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2025 lalu

Pemprov Jabar Kebut Target Cek Kesehatan Gratis 2026
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID - Target 20 persen keikutsertaan masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2025 lalu, yang dibebankan pemerintah pusat, berhasil direalisasikan Provinsi Jawa Barat, dengan catatan 22 persen.

Tahun ini, pemerintah pusat menargetkan keterlibatan masyarakat Jabar di angka 46 persen, dalam program CKG.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, Vini Adiani Dewi mengatakan, Gubernur Dedi Mulyadi bahkan memberikan target progresif dalam program CKG

"Tahun kemarin sesuai target. Target kemarin kita di 20 persen. Kita kemarin di 22 persen. Tapi Pak Gubernur menyampaikan, target harus ekstrem. Jadi kami menyampaikan ke kota/kabupaten, tahun ini semangatnya harus 100 persen," ujar Vini saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Minggu (5/7/2026).

Tujuannya, supaya masyarakat dapat mendeteksi dini kondisi kesehatan mereka, serta mencegah potensi penyakit berat.

"(Contoh) obesitas jangan sampai diabetes, jangan sampai hipertensi, lalu mencegah komplikasi. Jadi sering, orang darah tinggi kalau belum stroke, enggak mau berobat. Padahal kita tahu, hipertensi itu kan the silent killer," ucapnya.

Sebab itu, dengan deteksi dini melalui program CKG, gejala penyakit dapat ditelusuri guna mencegah masyarakat mengalami sakit berat.

"Jadi target kita, CKG harus 100 persen. Walaupun Kementerian Kesehatan menaretkan 46 persen, tapi kita berharap di tahun 2026 ini Jawa Barat semangatnya adalah ayo 100 persen," katanya.

Guna mengakselerasi target ini, Dinkes Jabar kata dia, siap memfasilitasi komunitas atau kelompok masyarakat untuk menjalani program CKG. Meski program CKG ini dapat dilakukan juga secara mandiri, di Puskesmas terdekat.

"Mumpung gratis. Karena kalau mandiri, pemeriksaan itu minimal Rp2 jutaan. Makanya sayang, kalau ini tidak dimaksimalkan. Walaupun pemeriksaannya sederhana, sebetulnya dapat menurunkan kesakitan, kematian, dan pembiayaan kesehatan," ujarnya.

Maka dari itu, ia berharap masyarakat dapat memaksimalkan program CKG ini, guna menekan potensi penyakit berat yang dialami warga Jawa Barat.

"Penyakit yang terdeteksi, bisa cepat kita obati. Jadi manfaatkan, langsung ke Puskesmas. Kalau bisa, puasa karena kan diperiksa," katanya. ***


Editor : JakaPermana