BPR Kerta Raharja Targetkan Aset Sebesar 10,65 Persen

PT BPR Kerta Raharja Kabupaten Bandung menargetkan kenaikan aset sebesar 10,65 persen pada 2020 atau setara dengan Rp 36.574.100.000. BUMD milik Pemerintah Kabupaten Bandung itu menargetkan posisi akhir jumlah aset menjadi Rp. 379.946.259.000. 

BPR Kerta Raharja Targetkan Aset Sebesar 10,65 Persen
Istimewa

INILAH,Bandung-  PT BPR Kerta Raharja Kabupaten Bandung menargetkan kenaikan aset sebesar 10,65 persen pada 2020 atau setara dengan Rp 36.574.100.000. BUMD milik Pemerintah Kabupaten Bandung itu menargetkan posisi akhir jumlah aset menjadi Rp. 379.946.259.000. 

Pimpinan Divisi Umum PT BPR Kerta Raharja Bayu Andriatna mengatakan, posisi jumlah aset PT BPR Kerta Raharja di tahun 2019 senilai Rp 343.372.159.000. 

"Untuk kredit sendiri diperkirakan akan naik 18,14 persen dengan nilai Rp 42.668.525.000," kata Bayu di ruang kerjanya, Kamis (26/12/2019).

Untuk posisi akhir jumlah kredit di tahun 2020, kata Bayu,  jumlahnya akan mencapai Rp 277. 945.111.000. Hingga Desember 2019, posisi jumlah kredit mencapai Rp 235.276.526.000. 

Sedangkan dari tabungan, kata dia, pada tahun 2020 akan naik 8,8 persen dengan total nilai Rp 10.886.304.000. Sehingga posisi akhir jumlah tabungan di tahun 2020 mencapai Rp. 133.346.446.000. Sementara untuk tahun 2019 hanya mencapai Rp. 122.450.256.000. 

"Untuk deposito sendiri akan naik 12,99 persen atau sekitar Rp 12 miliar. Jadi nanti posisi akhir deposito mencapai Rp. 104.412.840.000. Di tahun 2019 ini hanya Rp 92.412.840.000," ujarnya. 

Menurut Bayu, laba kotor yang didapat BPR Kerta Raharja di tahun 2019 mencapai Rp 7,5 miliar. Sementara di tahun 2018 hanya mencapai Rp 7 miliar. Menurut Bayu, BPR Kerta Raharja menargetkan laba kotor di tahun 2020 mencapai Rp 8,3 miliar. 

Sementara itu, untuk proyeksi PAD di tahun 2020 diperkirakan mencapai Rp 3,3 miliar. PAD tersebut akan dibayarkan pada tahun 2021. Sedangkan PAD 2019 mencapai Rp 3 miliar dan akan dibayarkan pada tahun 2020. 

"Jadi untuk PAD ada kenaikan sekitar Rp 300 juta. Dari tahun ke tahun memang trennya naik. Apalagi kami juga akan menerima suntikan modal sekitar Rp 5 miliar di tahun 2020," ujarnya. 

Suntikan modal tersebut, kata dia, setengah lebih kecil dari usulan awal yang mencapai Rp 10 miliar. Namun, kata dia, suntikan modal hanya bisa terealisasi Rp 5 miliar. Di tahun 2019, BPR Kerta Raharja justru tidak mendapat suntikan modal. 

Bayu mengatakan, dengan Suntikan modal dari Pemkab Bandung tersebut, PT BPR Kerta Raharja optimistis akan menaikkan kredit lebih besar dari tahun sebelumnya. 

Selain itu, PT BPR Kerta Raharja juga akan mengembangkan beberapa produk kredit untuk multi guna mikro dan juga pengembangan di sektor konsumtif untuk pegawai Pemda Kabupaten Bandung. 

"Di tahun 2020 ini dalam rencana bisnis bank (RBB) kami juga akan meluncurkan produk tabungan baru. Produk tabungan ini dikhususkan untuk ibu hamil, persiapan pernikahan, khitanan, hingga rencana liburan bagi para nasabah," katanya.

Meski jumlah sumber daya manusia (SDM) di BPR Kerta Raharja mengalami penyusutan, namun,  tidak menghalangi pencapaian kinerja. Kata dia, jumlah SDM BPR Kerta Raharja di tahun ini memang paling rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

"Sekarang hanya sekitar 214 orang. Biasanya sampai 230 orang. Tapi disisi peningkatan di sisi kinerja justru membaik. Kami optimistis semua target bisa tercapai," ujarnya.

Sementara untuk pelayanan, BPR Kerta Raharja akan menambah satu kantor kas di Pasar Ciwidey. Untuk saat ini BPR Kerta Raharja telah memiliki 15 kantor cabang dan 11 kantor kas dengan ditunjang SDM yang kompeten. 

Menurut dia, kantor pusat telah membuat RBB untuk tiap kantor cabang berupa target-target yang harus dicapai guna menaikkan peningkatan kinerja dan aset keseluruhan. 

"Sesuai evaluasi, sekama 2019 target secara konsolidasi sudah sangat memuaskan. Meski memang ada satu atau dua kantor cabang yang tidak memenuhi target. Dengan pencapaian ini mudah-mudahan tahun 2020 bisa lebih meningkat lagi," katanya.(rd dani r nugraha).


Editor : JakaPermana