BRSPDSN Wyata Guna Gelar Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat

Sebanyak 15 orang mengikuti Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat, dalam rangka resosialisasi dan terminasi program bagi penerima Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna Bandung, Angkatan ke-2 2019, di Jalan Pajajaran, pada Rabu (18/12/2019).

BRSPDSN Wyata Guna Gelar Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat
Foto: INILAH/Okky Adiana

INILAH, Bandung - Sebanyak 15 orang mengikuti Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat, dalam rangka resosialisasi dan terminasi program bagi penerima Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna Bandung, Angkatan ke-2 2019, di Jalan Pajajaran, pada Rabu (18/12/2019).

"Jadi ini kelulusan untuk menyipkan keluarga dan masyarakat, dia bisa menerima kembali kapasitasnya. Hari ini ada 15 orang yang lulus, dari delapan orang ikut massage, dan tujuh orang ikut barista. Jadi memang ada beberapa kegiatan, satu massage satu lagi barista," ucap Kepala BRSPDSN Wyata Guna Bandung, Sudarsono.

Dia mengatakan, kegiatan ini adalah pemberdayaan keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari proses Resosialisasi anak-anak yang telah mengikuti kegiatan rehabilitas di Wyata Guna. Kegiatan ini sebagai upaya bagaimana meninglatkan dukungan keluarga terhadap anak yang ditingkatkan kapasitas rehabiltas di Wyata Guna.

"Kami sangat berharap, masyarakat disekitarnya ikut mensupport karena keberadaan keluarga dan masyarakat itu menjadi kunci keberhasilan pasca rehabilitasi di Wyata Guna," imbuh Sudarsono.

Dia mengungkapkan, tujuan dari acara ini adalah, pertama, pihaknya akan memastikan keluarga memahami bagimana anak-anak yang setelah mengikuti di Wyata Guna ini dia sudah memiliki kapasitas, misal dalam proses pelatihan fokasi yang telah diikuti, kebetulan diangkatan ini ada pelatihan massage atau pijat yang kedua pelatihan barista.

"Dari sisi kapasitas mereka sudah mumpuni, misalnya kami melakukan sertifikasi terhadap keahlian mereka, baik barista maupun massage. Setelah itu kami berikan bantuan-bantuan alat usahanya, jadi barista tempat alat membuka kedai-kedai kopi, untuk yang massage tentunya untuk membuka klinik pijat di rumahnya atau dilingkungannya," paparnya.

Dia berharap, anak-anak ini bisa mengimplementasikan keterampilan-keterampilan pelatihan vokasi yang sudah meraka lakukan dan dioptimalkan. Kedua, mengoptimalkan bantuan yang diberikan paket bantuannya, sehingga berjalan keterampilan yang diikuti, yang ketiga masyarakat bisa mendukung usaha yang dikembangkan di tengah masyarakat. (Okky Adiana).


Editor : JakaPermana