Budi Daya Hanjeli, Sebuah Strategi Kebudayaan

INILAH, Bandung - Apa itu hanjeli, jali-jali, air mata ayub, Coix lacryma–jobi, Job’s tears?

Budi Daya Hanjeli, Sebuah Strategi Kebudayaan
Pohon Hanjeli

INILAH, Bandung - Apa itu hanjeli, jali-jali, air mata ayub, Coix lacryma–jobi, Job’s tears?

Dikutip dari laman Odesa Indonesia, nama-nama tanaman di atas adalah nama satu tanaman, kita sebut saja “hanjeli”, merupakan tumbuhan biji-bijian tropika dari suku padi-padian atau Poaceae.

Asalnya, adalah dari Asia Timur dan Malaya, namun sekarang telah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Beberapa varietas memiliki biji yang dapat dimakan dan dijadikan sumber karbohidrat dan juga obat (Wikipedia).

Beberapa alasan, kenapa Odesa Indonesia --yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Odesa Indonesia, Faiz Manshur-- mengembangkan hanjeli adalah:

1) Sebagai bagian penting tanaman pangan karena nilai gizinya sangat baik. Salah satu manfaat terpentingnya karena riset membuktikan tanaman pangan ini bagus untuk menurunkan gula darah, mencegah kanker, alergi, kolesterol, melancarkan pencernaan, mengatasi keropos tulang, dan bagus untuk pertumbuhan gizi anak.

2) Hanjeli ini sudah kami uji ditanam pada pembibitan dan tanah di sekitarnya menjadi lebih subur. Tanah merah pucat menjadi hitam dan unsur hara memulih secara cepat dalam waktu 2 bulan. Begitu masuk usia panen ( 5,5 bulan) tanah semakin bagus. Batang dan akar hanjeli kami uji sebagai pupuk/kompos sedemikian bagus untuk media tanam.

3) Dari sisi lingkungan (ekosistem), hanjeli mampu mendatangkan keanekaragaman spesies kecil yang berterbangan maupun bersarang di rerimbunan pohon. Pada kuncup bunganya, hanjeli yang menarik bagi lebah. Bahkan, yang lebih menarik adalah kedatangan capung begitu banyak.

4) Hanjeli berbeda dengan sorgum yang lebih suka hidup dalam sedikit air. Hanjeli lebih butuh air karena itu lebih bagus ditanam di awal musim hujan, atau setidaknya pada pertengahan musim hujan. Namun demikian, kami akan coba tetap menanam di pengujung akhir musim hujan sebagai eksperimen seperti apa hasilnya ketika tanaman yang disebut juga sebagai Air Mata Ayub ini hanya mendapat kucuran air hujan selama satu bulan.

5) Hanjeli dikembangkan sebagai bagian produksi tanaman pangan bergizi tinggi bersama sorgum, kelor, kopi, dan tanaman pangan lain. Ada dua jenis Hanjeli, pertama, hanjeli batu, berwarna-warni, butiran keras dan sering dijadikan mainan. Ini juga bisa dikonsumsi, biasanya sebagai ketan. Kedua, hanjeli lunak, warna putih mudah diolah dan bisa untuk keperluan banyak jenis kuliner. Kedua jenis hanjeli juga bisa dicampur karena tidak memiliki perbedaan signifikan.

6) Perlu diingat, kita harus memperkuat kekuatan pangan dengan ilmu pengetahuan. Dunia menyediakan ilmu pengetahuan yang bagus tentang setiap jenis tanaman, termasuk hanjeli, sorgum, kelor, bunga telang, dan tanaman herbal lainnya. Asal rajin membaca penelitian, kita akan banyak mendapat limpahan ilmu pengetahuan yang akan jadi landasan pergerakan kebudayaan.

Gerakan kebudayaan adalah gerakan bersandar pada aksi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. Literasi ditegakkan, pangan diperkuat, satwa untuk ekosistem ditegakkan, agroforestry dimaksimalkan agar lingkungan hidup lebih sehat dan selamat dari bencana banjir atau kekeringan.


Editor : inilahkoran