Bukan 11, Korban Tewas Peledakan Amunisi di Desa Sagara 13 Orang, Termasuk 4 Prajurit TNI
Bukan 11, melainkan 13 orang yang jadi korban meninggal peristiwa peledakan amunisi kadaluwarsa di Desa Sagara, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Jakarta – Bukan 11, melainkan 13 orang yang jadi korban meninggal peristiwa peledakan amunisi kadaluwarsa di Desa Sagara, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi membenarkan dari 13 orang itu, empat di antaranya prajurit TNI, pada peristiwa peledakan amunisi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Senin 12 Mei 2025.
Kristomei Sianturi menyebut seluruh korban jiwa yang meninggal di tempat telah dievakuasi dari lokasi ledakan menuju RSUD Pameungpeuk untuk autopsi dan pemulasaraan jenazah.
“Kami terus berkoordinasi dengan aparat terkait di tempat untuk mengamankan lokasi peledakan, dan meng-clear-kan lokasi tersebut karena kami khawatir masih ada ledakan-ledakan lainnya,” kata Kapuspen sebagaimana dikutip dari siaran langsung wawancara TV di Jakarta, Senin.
Kristomei Sianturi melanjutkan TNI saat ini berkonsentrasi menyelidiki sebab peledakan tersebut.
“Ke depan kami akan detilkan apa penyebab di balik ledakan tersebut,” kata Kristomei.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada 11 orang yang tewas dalam kejadian tersebut.
"Benar kejadian tersebut dan jumlah korban yg disampaikan oleh Pasi Intel. Ket masih dari pasi intel Kodim Garut dan saat ini Kares (Kapolres) Garut menuju lokasi," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, saat dikonfirmasi, Senin (12/5).
"Up date selanjutnya masih dikoordinasikan oleh Kapolres Garut," sambung dia.
Adapun korban meninggal berdasarkan data yang didapat diantaranya Kolonel Cpl Antonius Hermawan, Mayor Cpl Anda Rohanda, Agus Bin Kasmin, Ipan Bin Obur, Anwar Bin Inon, Iyus Ibing Bin Inon, Iyus Rizal Bin Saepuloh, Toto, Dadang, Rustiawan, dan Endang.
Saat ini para korban sedang dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk.***
Editor : Zulfirman

