Bukan Marco Bezzecchi, Ini Dia Sesungguhnya Pemenang MotoGP Inggris
Siapakah juara MotoGP Inggris sesungguhnya? Bukan Marco Bezzecchi dari Aprilia. Dia adalah Massimo Rivola.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Siapakah juara MotoGP Inggris sesungguhnya? Bukan Marco Bezzecchi dari Aprilia. Dia adalah Massimo Rivola.
Marco Bezzecchi menjuarai MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu 25 Mei 2025. Anak buah Massimo Rivola ini meraih kemenangan untuk pertama kali pembalap Aprilia musim ini.
Tapi, Marco Bezzecchi hanyalah juara MotoGP Inggris. Pemenang sesungguhnya adalah bos Aprilia itu sendiri, Massimo Rivola.
Kenapa? Sukses Marco Bezzecchi langsung dia sambar untuk menyampaikan pesan tegas untuk Jorge Martin, juara dunia tahun lalu.
Jorge Martin berada di rumah saat balapan berlangsung. Dia absen karena cedera yang dia alami.
Tak hanya itu, di tengah cedera itu, Jorge Martin pun memunculkan keraguan atas masa depannya. Dia pun memberi sinyal bisa saja meninggalkan Aprilia.
Di tengah keraguan atas masa depannya itulah, Aprilia menikmati hari terbaik mereka di kelas utama MotoGP sejak Maverick Vinales menang di COTA tahun lalu.
Marco Bezzecchi mengambil keuntungan dari nasib buruk Fabio Quartararo dari Yamaha untuk mengambil alih pimpinan di Silverstone, dan mengubahnya menjadi kemenangan pertamanya untuk pabrikan barunya.
Begitu Marco Bezzecchi melintas finis paling awal, CEO Aprilia Massimo Rivola langsung ingin menyapa Jorge Martin yang absen.
“Ini pesan untuk Jorge. Motor kita bisa menang,” kata Massimo Rivola.
Rivola kemudian menambahkan bahwa cara terbaik untuk menunjukkan kepada siapapun yang meragukan motornya adalah dengan membuktikan bahwa Aprilia memiliki motor yang cepat.
“Saya sangat senang untuk orang-orang Noale karena mereka tidak pernah menyerah. Mereka menjaga motivasi tetap tinggi. Mereka percaya pada pekerjaan yang mereka lakukan,” katanya.
“Ini terjadi setelah periode yang sangat buruk di mana kita melihat performa tetapi bukan hasil,” tambahnya.
Dia pun mengaku prihatin dengan nasiob Fabio Quartararo yang harusnya bisa memenangkan balapan ini. Dia menyebut Quartararo nyaris tak terkalahkan. Tapi, begitulah balapan di MotoGP.
“Senang melihat Marco menang dengan selisih yang bagus. Dia cepat sepanjang akhir pekan, performa yang luar biasa,” katanya.
“Yang pasti, ini trek yang bersahabat bagi kami. Kami terus mengembangkan motor. Rahasianya adalah tidak membuat kesalahan setelah dua atau tiga putaran pertama,” ujarnya pula.
Jorge Martin mengejutkan paddock MotoGP dengan pernyataan mengejutkan bahwa dia bisa menggunakan klausul kontrak untuk keluar dari Aprilia pada tahun 2026.
Masih ada tanda tanya tentang apakah Jorge Martin masih bisa memberi waktu kepada Aprilia, saat dia kembali dari cedera, untuk membuktikan nilai proyek mereka.
Namun tanpa kehadirannya, Aprilia membuat pernyataan besar di Silverstone. Apa pun suasana hati Martin saat kembali, hubungannya dengan Aprilia akan dipertanyakan.
Ia juga akan kembali ke garasi tempat rekan setimnya, yang telah menjadi pemenang balapan dua kali, kini telah mengantongi kemenangan Aprilia pertama tahun 2025. (*)
Editor : Ardi

