Bukannya Damai! Farhat Abbas Laporkan Denny Sumargo ke Polisi Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Konflik yang terjadi antara pengacara Farhat Abbas dengan Denny Sumargo ternyata belum berakhir damai meski keduanya telah bertemu langsung.

Bukannya Damai! Farhat Abbas Laporkan Denny Sumargo ke Polisi Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Bukannya Damai! Farhat Abbas Laporkan Denny Sumargo ke Polisi Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

INILAHKORAN, Bandung - Konflik yang terjadi antara pengacara Farhat Abbas dengan Denny Sumargo ternyata belum berakhir damai meski keduanya telah bertemu langsung.

Beberapa hari setelah Denny Sumargo mendatangi Farhat Abbas, pengacara tersebut justru melaporkan suami Olivia Allan itu ke polisi.

Farhat Abbas melaporkan Denny Sumargo pada Kamis 7 November 2024 ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Laporan ini tercatat dengan nomor STTLP/B/3462/XI/2024/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya, dengan tuduhan diskriminasi ras dan atau ujaran kebencian.

“Kita memutuskan melaporkan Denny Sumargo hari ini, udah resmi kita laporkan dengan Pasal 16 UU No. 40 Tahun 2008 dan atau Pasal 156 KUHP, korbannya Farhat Abbas terlapor Denny Sumargo,” ujar Krisna Murti, kuasa hukum Farhat Abbas.

Krina mengatakan bahwa laporan ini diajukan atas dugaan ujaran kebencian terhadap ras dan etnis, yang diancam dengan hukuman penjara lima tahun.

“Dengan ancaman lima tahun penjara. (Kita laporkan dengan kasus dugaa) Ujaran kebencian ras, etnis,” lanjut Krisna.

Krisna juga menyerahkan bukti berupa beberapa video yang menunjukkan dugaan tindakan diskriminasi dan ujaran kebencian yang dilakukan Denny, termasuk sebutan untuk suku Bugis dan Makassar yang diunggah dalam konten YouTube-nya.

“Banyak (bukti). Video-video yang menjadi bukti. Baik di akun dia, kan banyak sekali,” kata Krisna.

Farhat mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Denny saat berkunjung ke rumahnya.

“Aku bukan Jawa, bukan Sulawesi, bukan Maluku, Sunda, Papua, tapi aku Indonesia. Semangat aku Indonesia itu yang tidak dimiliki. Bahkan ketika saya mengatakan saya orang bugis. Bukannya dia menganggapnya sebagai saudara,” ucap Farhat.

Lebih lanjut, Farhat menyebut bahwa sikap Denny yang datang ke rumahnya dianggap kurang sopan dan membuat keluarganya merasa terkejut. 

“Saya juga memang keberatan, orangtua saya juga kaget melihat gaya Denny. Dia bertamu udah clear, tiba-tiba di luar dibuat saya ini orang tidak berdaya, ketakutan,” lanjut Farhat.

Dia menuturkan bahwa meski telah menyambut Denny dengan baik, Denny justru membuat keributan di rumahnya.

“Secara singkat begitu kita jelaskan, hajar, selesai, enggak usah lama, di dapur aja kalau kayak gini. Jadi saya seperti kedatangan preman, bukan kedatangan teman,” ucap Farhat

Farhat juga merasa tersinggung dengan kata-kata Denny yang dianggap tidak pantas.

“Saya diajak ngadu otot bukan ngadu otak, kalian tahu kan, kalau dibilang taek apa itu taek, kotoran kan. Nanti kita uji dari ahli bahasa, kalimat itu harus diartikan penyebutnya dalam arti hukum, bilang saya penakut,” tutur Farhat.


Editor : Firda Rachmawati