Bulog Cirebon Serap 300 Ribu Ton, Kejar Target hingga Akhir Tahun

Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon membukukan penyerapan gabah setara beras sebanyak 300 ribu ton hingga Oktober 2026. 

Bulog Cirebon Serap 300 Ribu Ton, Kejar Target hingga Akhir Tahun
Aktivitas pengangkutan beras di gudang Bulog Cirebon. Penyerapan gabah setara beras mencapai 300 ribu ton hingga Oktober 2026. (istimewa)  

INILAHKORAN.ID - Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon membukukan penyerapan gabah setara beras sebanyak 300 ribu ton hingga Oktober 2026. 

Capaian itu menyisakan sekitar 40 ribu ton untuk memenuhi target prognosa pengadaan tahun ini sebesar 340 ribu ton.

Pimpinan Cabang Bulog Cirebon Abdillah Luhur Nuratmaja mengatakan, pengadaan masih berlangsung pada musim panen gadu. Penyerapan akan dilanjutkan hingga akhir tahun selama produksi tersedia dan harga gabah memenuhi skema pembelian pemerintah atau Public Service Obligation (PSO).

“Sampai bulan Desember Perum Bulog masih melayani untuk penyerapan gabah tersebut,” kata Luhur, Minggu (11/20/2026).

Menurut Luhur, harga pembelian gabah yang diterapkan Bulog saat ini sebesar Rp6.500 per kilogram. Pada Oktober, penyerapan di sejumlah titik masih berjalan dengan volume sekitar 300 ton per hari.

"Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan saat panen raya pada April–Mei. Dalam periode puncak pengadaan itu, volume gabah yang diserap dapat mencapai 7.000 ton per hari," ungkapnya.

Dia menjelaskan, gabah hasil pembelian kemudian diolah melalui mitra penggilingan. Setelah menjadi beras, hasilnya dikirim kembali ke gudang Bulog untuk disimpan sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Untuk menopang pengadaan tersebut, Bulog Cirebon menyediakan kapasitas penyimpanan sekitar 189.900 ton. Kapasitas itu berasal dari gudang induk sebesar 125.000 ton serta 26 gudang sewa dengan daya tampung total 64.900 ton.

"Gudang sewa tersebut tersebar di Kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Majalengka melalui kerja sama dengan penyedia jasa pergudangan," ucapnya.

Adapun stok beras medium yang saat ini dikuasai Bulog Cirebon mencapai 183.000 ton. Sementara stok beras premium tercatat sekitar 900 ton.

Menurutnya, di tengah pengadaan yang terus berjalan, Bulog Cirebon juga telah menyalurkan 25.000 ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga Oktober 2026. Luhur menyebut realisasi tersebut sudah melampaui target penyaluran.

“Penyaluran beras SPHP di kantor cabang Cirebon telah melebihi target 100 persen yaitu sebanyak 25 ribu ton sampai oktober 2026,” kata Luhur.

Pada tingkat nasional, dia menyampaikan realisasi penyerapan per 8 Oktober 2026 mencapai 4,1 juta ton, melampaui target pemerintah sebesar 4 juta ton.

Luhur menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja sama Bulog dengan petani, Badan Pangan Nasional, TNI-Polri, serta pihak terkait lainnya.

“Artinya sudah tercapai. Ini berkat kerja keras semua pihak tentunya, berkat kolaborasi semua pihak Bulog bersama Petani, Bapanas, TNI-Polri dan stakeholder terkait,” pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani