Kejar Target, Bulog Gelontorkan 60 Ribu Ton Beras Premium ke Pasar Ritel

Sejauh ini, Bulog telah menyalurkan sekitar 60 ribu ton beras premium ke pasar di seluruh Indonesia sebagai bagian dari target penyaluran 300 ribu.

Kejar Target, Bulog Gelontorkan 60 Ribu Ton Beras Premium ke Pasar Ritel
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, realisasi penyaluran beras premium sejauh ini telah mencapai sekitar 60 ribu ton dan menjangkau berbagai wilayah Indonesia. (dok)

INILAHKORAN.ID - Sejauh ini, Bulog telah menyalurkan sekitar 60 ribu ton beras premium ke pasar di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya mengejar target penyaluran 300 ribu ton hingga Desember 2026.

"Perintah pimpinan untuk menyalurkan 300.000 ton segera. Itu sedang kami kejar," kata Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dikutip dari Antara, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, realisasi penyaluran beras premium sejauh ini telah mencapai sekitar 60 ribu ton dan menjangkau berbagai wilayah Indonesia.

"Sekarang kurang lebih sekitar 60.000 ton sudah kami gelontorkan ke pasar, dari Sabang sampai Merauke," ujarnya.

Untuk mengejar target tersebut, Bulog melibatkan sekitar 868 penggilingan padi yang dinilai memiliki kemampuan menghasilkan beras premium.

Ahmad mengatakan pelibatan tersebut tidak hanya mencakup penggilingan berskala besar, tetapi juga penggilingan lain yang memiliki kemampuan memenuhi standar produksi beras premium.

"Kami melibatkan sekitar 868 penggilingan padi yang mampu membuat beras premium untuk mengejar angka 300.000 tersebut," jelasnya.

Perluasan keterlibatan penggilingan itu dilakukan untuk mempercepat ketersediaan beras premium yang kemudian disalurkan ke pasar dan jaringan ritel.

Dia menegaskan, beras premium yang diproduksi Bulog merupakan produk komersial dan tidak menggunakan skema subsidi pemerintah.

"Beras premium itu tidak ada subsidi. Beras premium yang dibuat Bulog adalah beras komersialnya Bulog," tambahnya.

Ahmad menjelaskan bahan baku beras premium tersebut berasal dari gabah yang dibeli untuk kegiatan komersial, kemudian diolah sebelum disalurkan ke jaringan ritel modern.

Pada awal September 2026 Bulog menyiapkan penyaluran sekitar 110 ribu ton beras selama satu bulan, terdiri atas sekitar 75 ribu ton beras premium dan 35 ribu ton beras medium untuk pasar dan jaringan ritel modern.

Pemerintah kemudian meminta Bulog memperkuat pasokan beras premium di jaringan ritel.


Editor : Doni Ramdhani