Bulog Jabar: Jelang Ramadan Tahun Ini Beras Melimpah dan Minyak Goreng Tersedia

Menjelang Ramadan dan Lebaran tahun ini, ketersediaan kebutuhan pokok di Jabar relatif aman. Banderol harga pun masih relatif terjangkau.

Bulog Jabar: Jelang Ramadan Tahun Ini Beras Melimpah dan Minyak Goreng Tersedia
Kepala Perum Bulog Kanwil Jabar Faisal mengatakan, menjelang Ramadan tahun ini cadangan beras relatif melimpah dan mnyak goreng tersedia.

INILAHKORAN, Bandung - Menjelang Ramadan dan Lebaran tahun ini, ketersediaan kebutuhan pokok di Jabar relatif aman. Banderol harga pun masih relatif terjangkau.

Kepala Perum Bulog Kanwil Jabar Faisal memastikan pasokan beras di 145 unit gudang yang tersebar di kabupaten/kota seJabar kini melimpah. Jumlah stok beras yang dikantongi sejauh ini mencapai 105 ribu ton.

“Menjelang Ramadan dan Idulfitri, ketersediaan beras di kita relatif aman. Di gudang kita ada 105 ribu ton beras yang mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Harga beras di tingkat pasar pun sekarang stabil,” kata Faisal di Bandung, Rabu 16 Maret 2022.

Baca Juga: Tingkatkan Pembelian Beras Carita Makmur, Kadustanhorbun Harap Pegawai BUMD Ikut Membeli

Menurutnya, capaian stok beras itu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2022 ini. Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat luas untuk tidak khawatir terkait cadangan beras.

Khusus mengenai penyerapan produk dari petani, Faisal menyebutkan hal itu akan terus dilakukan hingga mencapai target sebanyak 200 ribu ton hingga akhir 2022. Terbaru, Perum Bulog Kanwil Jabar menyerap sebanyak 200 ton. Angka itu akan terus meningka hingga Juni mendatang dimana April dan Mei merupakan puncak masa panen.

“Untuk target penyerapan dari petani ini, Jabar pada 2021 kemarin menyerap sebanyak 103 ribu ton. Pada 2022 ini, targetnya bisa mencapai 200 ribu ton dari petani. Dengan kondisi panen saat ini, target tersebut memungkinkan bisa tercapai nanti,” tuturnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Daging di Bogor Naik, Stok Minyak Goreng Dipastikan Aman

Terkait komoditas minyak goreng, dia menyebutkan pihaknya terus melakukan operasi pasar bersama pemerintahan kabupaten/kota setempat. Sejak Februari kemarin, pihaknya terus mendistribusikan stok yang dimiliki sebanyak 275 ribu liter.

"Untuk operasi pasar minyak goreng ini kita banderol sesuai HET (harga eceran tertinggi) yakni Rp14 ribu per liter. Stok kita peroleh dari distributor di Bekasi dan Tangerang. Untuk cadangan minyak goreng ini kita terus intens berkomunikasi dengan para produsen dan distributor untuk memenuhi permintaan di Ramadan dan Idulfitri tahun ini,” jelas Faisal seraya menyebutkan pihaknya pun memesan 800 ribu liter minyak goreng yang masih menunggu kiriman distributor.

Selain itu, dia menambahkan pihaknya pun siap memasok kebutuhan pokok lainnya seperti gula pasir dan daging. Untuk komoditas gula pasir, stok yang dimiliki sebnayak 100 ton. Serupa dengan cadagan daging kerbau yang mencapai 100 ton juga.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan, Yana Mulyana Akan Kumpulkan Pengusaha Kota Bandung

Sebelumnya, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Jabar Taufiq Budi Santoso mengatakan pihaknya mengadakan rapat untuk mengidentifikasi ketersediaan harga kebutuhan pokok, menjaga stabilitas harga, serta menjamin rantai pasok distribusi barang kebutuhan pokok dan penting di masyarakat.

Menurutnya, dalam sebulan terakhir, beberapa harga komoditas kebutuhan pokok mengalami kenaikan, seperti kedelai, minyak goreng, gas, daging, serta beberapa komoditas sayuran. Hal itu dikhawatirkan akan mendorong inflasi di Jabar terutama selama Ramadan dan Idulfitri. (dnr)


Editor : inilahkoran