Bumdes Niagara Modal Rp150 Juta, Kini Punya Aset Rp12,5 Miliar
Berawal dari pemberian modal kerja sebesar Rp150 juta dari pemerintah melalui program P3DT pada 1999 lalu, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Niagara di Desa Wangisagara Kecamatan Majalaya kini telah memiliki total aset kurang lebih sebesar Rp12,5 miliar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH,Bandung- Berawal dari pemberian modal kerja sebesar Rp150 juta dari pemerintah melalui program P3DT pada 1999 lalu, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Niagara di Desa Wangisagara Kecamatan Majalaya kini telah memiliki total aset kurang lebih sebesar Rp12,5 miliar.
Selain berkembang, keberadaan Bumdes Niagara juga menjadi penopang perekonomian masyarakat desa yang sebelumnya desa tersebut dikatagorikan sebagai desa tertinggal.
Sekertaris Bumdes Niagara Saepuh Hidayat mengatakan, sebelum menjelma menjadi Bumdes dengan jumlah nasabah lebih dari 3000 orang, usaha ini diawali dengan pembangunan pasar desa yang didirikan diatas tanah carik desa pada 1999 lalu. Dan hanya memililiki beberapa los dengan puluhan kios saja. Seirinng perkembangan waktu, pasar desa ini berkembang hingga jumlah kios pun bertambah, dari semula hanya puluhan kini menjadi ratusan unit kios.
"Awalnya desa kami itu dikatagorikan sebagai desa tertinggal. Kemudian pada 1999 itu desa kami mendapatkan bantuan modal dari pemerintah sebesar Rp 150 juta. Saat itu kepala desa dan para tokoh masyarakat ingin uang itu dijadikan modal usaha yang produktif. Maka dibangunlah pasar desa di tanah carik itu," kata Saepul, Kamis (6/2/2020).
Saepul melanjutkan, usaha pasar desa ini berkembang dengan baik dan terus menambah jumlah kiosnya. Begitu juga dengan pengurus pasar yang pada awal dibentuk hanya mempekerjakan empat orang, karena kebutuhan terus ditambah. Kantor Bumdes Niagara pun cukup megah seperti sebuah bank lengkap dengan ruangan ber Ac, meja teller dan deretan kursi tunggu untuk nasabah.
"Nah setelah itu kami juga menyediakan produk simpan pinjam bagi para pedagang pasar. Ternyata produk simpan pinjam ini juga berkekembang dengan baik dan tidak hanya untuk pedagang pasar saja, tapi melayani juga nasabah umum sampai dari luar kecamatan. Kemudian pada 2003, usaha milik desa ini berubah nama menjadi Bumdes Niagara, hal ini dilakukan seiring dengan adanya kewajiban setiap desa memiliki Bumdes. Itu ada Surat Edaran (SE) dari Pemkab Bandung," ujar Saepul yang mengaku bergabunh dengan Bumdes Niagara sejak 2007 lalu itu.
Dikatakan Saepul, saat ini jumlah nasabah kreditur sebanyak 3000 orang dan nasabah debitur sebanyak 2500 orang. Bumdes ini semula hanya melayani pinjaman untuk modal usaha atau kredit produktif dengan suku bunga 1,75 persen perbulan. Namum saat ini Bumdes tersebut pun bisa memberikan pinjaman konsumtif, seperti untuk biaya pernikahan dan lainnya. Dari semula hanya untuk para pedagang pasar desa saja, kini berkembang hingga melayani nasabah dari luar Kecamatan Majalaya.
"Nilai pinjaman beragam dari mulai Rp 2 juta hingga Rp 50 juta. Tapi biasanya kami berikan bertahap, kalau pembayarannya bagus bisa terus ditambah. Agunan atau jaminan di Bumdes Niagara yakni BPKB kendaraan atau bisa juga dengan akta tanah. Alhamdulilah selama ini berjalan lancar," katanya.
Saepul menjelaskan, selain usaha pasar desa dan simpan pinjam, unit usaha lain dari Bumdes Niagara yakni produksi air minum kemasan. Selain menjual produk air kemasan siap minum, Bumdes ini juga menjual mesin alat pengolah air kemasan. Produk air kemasan dan menjual mesin pengolah air kemasan ini dimulai sejak 2018 lalu dan hingga saat ini berjalan dengan baik.
"Dari ketiga produk Bumdes ini Alhamdulilah berjalan dengan baik. Kalau ada kendala sih itu wajar namanya juga usaha. Nah kedepan kami juga sedang membangkan usaha pembuatan sandal. Karena di desa ini banyak perajin sandal, nanti akan kami himpum dibina dan diberikan bantuan permodalan dan bantuan pemasarannya," katanya.
Dari usaha yang telah berlangsung sejak 1999 itu, kata Saepul, Bumdes Niagara rata rata setiap tahun bisa memberikan Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp 600 juta. Tak hanya itu saja, total aset yang dimiliki Bumdes Niagara ini per 2019 lalu kurang lebih sebesar Rp 12, 5 miliar. Keberhasilan dari Bumdes Niagara ini tidak terlepas dari dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) dan juga konsistensi Pemerintah Desa Wangisagara untuk memajukan Bumdes tersebut.
"Biasanya kendala dari Bumdes sehingga susah berkembang itu yah karena SDM yang tidal siap. Dan yang paling penting juga dukungan dari pemerintah desa sebagai pemilik, nah biasanya kalau ditempat lain Kadesnya suka campur tangan. Kalau di desa kami, sejak usaha atau Bumdes ini berdiri Kades tidak ada yang merongrong, justru mendukung dengan mengucurkan penyertaan modal rata rata Rp 100 juta setiap tahunnya," katanya.(rd dani r nugraha).
Editor : Bsafaat

