Bupati Cianjur Ungkap Alasan Sunat Dana DAK SMP, Apa Katanya?
Para kepala SMP di Cianjur penerima dana alokasi khusus (DAK) fisik dipaksa memberikan down payment (DP) sebesar dua persen sebelum dana tersebut cair dan tujuh persen setelah cair. Pemotongan dilakukan dengan alasan tahun politik tahun pendanaan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Para kepala SMP di Cianjur penerima dana alokasi khusus (DAK) fisik dipaksa memberikan down payment (DP) sebesar dua persen sebelum dana tersebut cair dan tujuh persen setelah cair. Pemotongan dilakukan dengan alasan tahun politik tahun pendanaan.
Hal itu terungkap dalam sidang dakwaan kasus dugaan pemotongan dana DAK fisik SMP di Cianjur dengan terdakwa Bupati Cianjur nonaktif Irvan Rivano Muchtar, di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (29/4/2019).
Dalam sidang dakwaan terungkap, Irvan menyuruh kakak iparnya Tubagus Cepy untuk berkoordinasi dengan Kadisdik Cianjur Cecep Sobandi untuk melakukan pemotongan terhadap 137 SMP penerima DAK sebesar tujuh persen.
”Cecep kemudian memerintahkan Kabid SMP Rosidin untuk mengumpulkan setoran uang sebesar 7 persen dari dana yang diterima oleh para kepala sekolah penerima DAK Fisik Bidang Pendidikan SMP TA 2018,” kata Penuntut Umum KPK Ali Fikri.
Adapa tekhnis pengumpulannya, Ali menyebutkan, yakni dengan sebelum masing-masing
kepala SMP menerima dana tersebut terlebih dahulu harus menyetorkan sebesar dua persen sebagai DP. Sedangkan sisanya sebesar lima persen harus disetorkan setelah dana diterima oleh masing-masing kepala sekolah.
Selanjutnya saksi Cecep dan Rosidin menemui terdakwa di rumah pribadinya, dan kepada keduanya terdakwa menyampaikan tentang adanya kebutuhan dana dengan mengatakan “Tahun ini tahun Politik jadi “kita” membutuhkan dana, maka harus siap-siap ya.”
Setelah pertemuan itu, saksi Cecep Sobandi dan Rosidin menginformasikan ke Kasi Sarana Prasarana Disdik Cianjur dan kepada Rudiansyah selaku Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), untuk mengundang seluruh pengurus MKKS dan pengurus Sub Rayon MKKS se-Kabupaten Cianjur untuk hadir pada pertemuan yang akan dilaksanakan di Hotel Signature Cianjur.
Dalam pertemuan itu para kepala sekolah penerima DAK untuk menyerahkan dana yang akan diterimanya guna disetorkan kepada terdakwa dengan mengatakan “Di tahun 2018, sekolah akan dapat dana DAK Fisik yang cukup besar untuk seluruh SMP.
“Karena sekarang tahun politik dan tahun pendanaan, oleh karena itu bagi sekolah-sekolah yang mendapatkan bantuan DAK harus bisa mengerti dengan situasi sekarang, diharapkan dapat memberikan partisipasi untuk Campaka (bupati),” ujarnya. (Ahmad Sayuti)
Editor : JakaPermana

