Bupati Cirebon Minta Perpustakaan Daerah Dikembangkan Jadi Ruang Publik

Bupati Cirebon Imron meminta perpustakaan daerah dikembangkan menjadi ruang publik yang nyaman dan menarik untuk meningkatkan budaya baca masyarakat.

Bupati Cirebon Minta Perpustakaan Daerah Dikembangkan Jadi Ruang Publik
Bupati Cirebon Imron memberikan sambutan saat Festival Literasi Kabupaten Cirebon 2026 di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Cirebon

INILAHKORAN.ID – Bupati Cirebon Imron meminta fungsi perpustakaan daerah dikembangkan menjadi ruang publik yang nyaman dan menarik bagi masyarakat.

Menurut Imron, perpustakaan tidak lagi cukup hanya berfungsi sebagai tempat membaca dan meminjam buku. Berbagai fasilitas pendukung perlu dihadirkan agar masyarakat semakin tertarik berkunjung dan menjadikan perpustakaan sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

Salah satunya dengan menyediakan fasilitas seperti kafe maupun warung yang dapat menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung.

Dengan suasana yang nyaman, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui aktivitas membaca, tetapi juga dapat menikmati perpustakaan sebagai ruang publik.

“Ternyata perpustakaan milik pemda ada kafe, ada warung. Jadi, setiap orang yang datang ke sini tidak sekadar membaca buku. Inilah yang harus didesain, bagaimana orang datang ke sini ada kesenangan, ada kegembiraan, sambil membaca sehingga mendapatkan ilmu,” kata Imron, Rabu (23/9/2026).

Ia menilai kebiasaan membaca perlu terus ditanamkan hingga menjadi budaya di tengah masyarakat. Menurutnya, peningkatan pengetahuan masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong kesejahteraan dan kemajuan daerah.

“Kami mengapresiasi kegiatan lomba literasi ini. Kalau masyarakat ingin sejahtera, ingin tenang, dan negara ingin maju, rumusnya satu, yaitu masyarakatnya harus pintar,” ujarnya.

Imron juga meminta budaya membaca dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua, kata dia, perlu memberikan contoh kepada anak-anak dengan membiasakan membaca dalam kehidupan sehari-hari.

Festival Literasi Cirebon Digelar Tiga Hari

Sementara itu, Bunda literasi Kabupaten Cirebon Nunung Roosmini Imron mengatakan, konsep literasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca buku.

Literasi juga mencakup kemampuan memperoleh pengetahuan, berpikir kreatif, menghasilkan karya, hingga memanfaatkan teknologi secara bijak.

Menurut Nunung, derasnya arus informasi seiring perkembangan teknologi membuat anak-anak perlu dibekali kemampuan berpikir kritis serta memilah informasi yang mereka terima.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Festival Literasi Kabupaten Cirebon 2026 yang digelar selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 September 2026.

Sejumlah kegiatan digelar dalam festival tersebut, di antaranya Literasi Run, kampanye literasi, pembagian buku gratis, baca buku bersama, read aloud, bazar buku, talkshow, pameran literasi, storytelling, serta berbagai perlombaan.

“Di tengah derasnya informasi dan perkembangan teknologi, anak-anak harus dibekali kemampuan berpikir kritis dan memilah informasi. Melalui Festival Literasi ini, kami ingin menumbuhkan budaya membaca sekaligus kreativitas anak-anak,” kata Nunung.

Sedangkan Kepala Disarpus Kabupaten Cirebon M. Fery Afrudin mengatakan, Festival Literasi Kabupaten Cirebon ditujukan untuk meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar, berkarya, berinovasi, dan berkolaborasi.

“Festival ini juga memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang belajar, berkarya, berinovasi, dan berkolaborasi,” pungkasnya.***


Editor : JakaPermana