Yantie Rachim Gulirkan Jemari PKK dan TBM, Perkuat Budaya Literasi di Kota Bogor
Yantie Rachim menggulirkan Jemari PKK dan TBM di Kota Bogor untuk memperkuat budaya literasi serta mengurangi paparan gadget pada anak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Ketua TP PKK Kota Bogor sekaligus Bunda literasi Kota Bogor, Yantie Rachim, menggulirkan Program Jejaring Edukasi Masyarakat dan Literasi (Jemari PKK) serta Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
Program tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat sekaligus menghadirkan alternatif kegiatan positif bagi anak-anak dan keluarga di tengah tingginya paparan penggunaan gadget.
Yantie mengatakan, program tersebut mulai diwujudkan dengan hadirnya TBM Kelurahan Bubulak yang baru saja diluncurkan. Jemari PKK sendiri merupakan inovasi Pokja 2 TP PKK Kota Bogor.
"Untuk awalan kami sudah ada TBM Kelurahan Bubulak yang kemarin baru dilaunching. Program Jemari PKK merupakan inovasi Pokja 2 TP PKK Kota Bogor untuk upaya memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat sekaligus memberikan alternatif aktivitas bagi anak-anak dan keluarga di tengah tingginya paparan penggunaan gadget," ujar Yantie dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
Menurut Yantie, kehadiran Jemari PKK dan TBM di berbagai wilayah Kota Bogor diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan. Selain itu, fasilitas tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang belajar yang nyaman, menyenangkan, dan mudah dijangkau masyarakat.
Program Jemari PKK juga diarahkan untuk membantu mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gadget dengan menghadirkan aktivitas yang mendorong mereka berinteraksi dengan buku dan lingkungan sekitar.
"Kami berharap melalui program ini dan hadirnya TBM, seluruh masyarakat dapat menikmati serta mengakses fasilitas membaca yang tersedia," terang Yantie.
Budaya Literasi Harus Dimulai dari Keluarga
Yantie menilai, membangun budaya membaca tidak cukup hanya dengan menyediakan buku. Menurutnya, diperlukan ruang yang nyaman serta berbagai kegiatan menarik agar anak-anak dan keluarga tertarik datang, membaca, dan berinteraksi.
Ia pun berupaya memberikan contoh secara langsung dengan meluangkan waktu membaca bersama anak-anak.
"Saya kerap meluangkan waktu untuk membaca buku bersama anak-anak. Momen tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan contoh secara langsung bahwa membaca dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan dilakukan bersama-sama," jelasnya.
Yantie berharap Program Jemari PKK dapat terus berkembang dan diterapkan di berbagai wilayah Kota Bogor. Dengan demikian, keberadaan TBM diharapkan semakin hidup dan menjadi ruang literasi yang dekat dengan masyarakat.
Ia menekankan bahwa budaya literasi perlu dibangun dari lingkungan paling dekat, terutama keluarga.
"Mudah-mudahan Jemari PKK bisa membuat masyarakat, khususnya anak-anak, semakin senang membaca, lebih banyak berinteraksi dengan buku, dan memiliki kegiatan positif selain menggunakan gadget," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

