Pendangkalan Sungai Hambat Nelayan Gebang Cirebon, Imron Minta Pengerukan Alur ke Lau

Pendangkalan alur sungai menghambat aktivitas nelayan Gebang, Cirebon. Bupati Imron meminta pengerukan dan mendorong pengembangan KNMP.

Pendangkalan Sungai Hambat Nelayan Gebang Cirebon, Imron Minta Pengerukan Alur ke Lau
Pendangkalan alur sungai menghambat aktivitas nelayan Gebang, Cirebon. Bupati Imron meminta pengerukan dan mendorong pengembangan KNMP.

INILAHKORAN.ID– Pendangkalan alur sungai yang menjadi akses utama perahu menuju laut masih menjadi kendala bagi nelayan di kawasan pesisir Kabupaten Cirebon. Kondisi tersebut membuat aktivitas melaut hingga kepulangan nelayan terganggu, terutama saat air surut.

Persoalan itu disampaikan Bupati Cirebon Imron saat menghadiri kegiatan Bhakti Masyarakat Kelautan dan Perikanan dalam rangka HUT ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Gebangmekar, Kecamatan Gebang, Minggu (8/11/2026).

Dalam dialog bersama masyarakat, Imron menerima aspirasi nelayan mengenai pendangkalan alur sungai menuju laut. Akibatnya, perahu sulit melintas ketika air surut. Nelayan bahkan terkadang harus menunggu air pasang sebelum bisa kembali ke daratan.

Kondisi tersebut membuat sebagian nelayan baru dapat pulang hingga sekitar pukul 02.00 WIB.

“Nelayan mengeluhkan pendangkalan sungai menuju laut. Terkadang mereka harus menunggu air pasang. Kami berharap ada pengerukan alur sungai sehingga akses perahu nelayan lebih lancar,” kata Imron.

Pemkab Cirebon Usulkan Sembilan Lokasi KNMP

Imron mengapresiasi dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan terhadap pembangunan kawasan nelayan di Kabupaten Cirebon. Menurutnya, program Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kabupaten Cirebon telah memperoleh satu lokasi KNMP pada tahun lalu. Sementara pada 2026, pemerintah pusat kembali memberikan tambahan dua lokasi, yakni Desa Ambulu, Kecamatan Losari, dan Desa Citemu, Kecamatan Mundu.

"Kabupaten Cirebon sendiri sudah memperoleh satu lokasi KNMP pada tahun lalu. Sementara tahun ini, pemerintah pusat kembali memberikan tambahan dua lokasi, yakni Desa Ambulu, Kecamatan Losari, dan Desa Citemu, Kecamatan Mundu," ungkapnya.

Tidak berhenti di situ, Pemkab Cirebon juga telah mengajukan sembilan lokasi tambahan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk pengembangan program pada tahun berikutnya.

Namun, realisasi usulan tersebut masih menunggu proses verifikasi dan penilaian dari pemerintah pusat.

“Kami sudah mengusulkan sembilan lokasi untuk pengembangan tahun berikutnya. Mudah-mudahan bisa direalisasikan setelah melalui proses verifikasi dan penilaian dari kementerian,” ujarnya.

KNMP Diharapkan Tingkatkan Pendapatan Nelayan

Imron menegaskan, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan kawasan dan penyediaan sarana fisik. Program tersebut juga harus mampu meningkatkan produktivitas serta memberikan nilai tambah bagi hasil tangkapan nelayan.

Salah satu fasilitas yang dinilai penting adalah penyimpanan ikan berpendingin atau cold storage. Fasilitas ini diharapkan dapat menjaga kesegaran ikan lebih lama sehingga nelayan memiliki keleluasaan dalam mengatur waktu penjualan.

Dengan kualitas hasil tangkapan yang tetap terjaga, nelayan diharapkan memiliki peluang memperoleh harga jual yang lebih baik.

“Kami berharap pendapatan nelayan semakin meningkat. Dengan adanya fasilitas penyimpanan dingin, hasil tangkapan bisa bertahan lebih lama, kualitasnya terjaga, dan memberikan nilai tambah bagi nelayan,” pungkasnya.

Pemkab Cirebon berharap pengembangan KNMP dapat berjalan seiring dengan penanganan persoalan infrastruktur pesisir, termasuk pendangkalan alur sungai. Dengan begitu, pembangunan kawasan nelayan tidak hanya menghadirkan fasilitas, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas melaut dan meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.***


Editor : JakaPermana