Bedah Rumah di Kota Bogor Capai 49.229 Unit, Maruarar Sirait Minta Bantuan Tepat Sasa
Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau program bedah rumah di Sindangbarang, Kota Bogor. Tahun ini, 1.249 rumah telah diperbaiki melalui program BSPS.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau hasil pembangunan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Kelurahan Sindangbarang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu (7/11/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Maruarar didampingi Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyusuri gang-gang kecil di kawasan permukiman padat penduduk. Peninjauan dilakukan untuk memastikan program perbaikan rumah berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat penerima bantuan.
Maruarar mengatakan, pelaksanaan program perumahan harus didukung perencanaan yang menyeluruh serta kolaborasi berbagai pihak. Menurut dia, dukungan pemerintah perlu diintegrasikan agar hasil program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
"Tentu dengan niat baik, tapi juga mesti punya konsep yang utuh. Jadi kami bagaimana menggabungkan berbagai macam dukungan negara," ungkap Maruarar di Sindangbarang, Sabtu (7/11/2026) malam.
Penerima Bedah Rumah di Bogor Meningkat
Maruarar menyebut jumlah rumah yang mendapatkan program bedah rumah di Kota Bogor meningkat dari sebelumnya 6.360 unit menjadi 49.229 unit. Dia menyebut jumlah tersebut sebagai yang terbanyak sepanjang masa di Jawa Barat.
Khusus pada 2026, sebanyak 1.249 rumah di Kota Bogor telah mendapatkan perbaikan melalui program Kementerian PKP.
Meski demikian, Maruarar mengingatkan agar penyaluran bantuan dilakukan secara tepat sasaran. Dia juga mendorong keterlibatan kementerian dan lembaga lain, termasuk Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), untuk membantu masyarakat penerima program memperoleh kepastian sertifikat tanah sesuai kriteria yang berlaku.
"Tapi tentu harus tepat sasaran. Nah, sesudah rumahnya diperbaiki, datang nih ATR/BPN bantu kerja sama dengan perumahan, bantu sertifikat buat rakyat. Ada kriterianya MBR atau masyarakat berpenghasilan rendah atau penerima bedah rumah. Dengan bantuan antarlintas instansi, lembaga, dan kementerian negara harus hadir," terangnya.
Dedie Rachim Dorong Peningkatan Ekonomi Warga
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan terima kasih kepada Menteri PKP atas bantuan perbaikan rumah yang diberikan kepada masyarakat Kota Bogor.
Dedie mengatakan, kunjungan tersebut membawa pesan penting mengenai perlunya intervensi lintas sektor. Menurut dia, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak cukup hanya melalui perbaikan kondisi tempat tinggal, tetapi juga perlu didukung sektor keuangan dan peningkatan penghasilan.
"Dengan intervensi dari berbagai sektor, termasuk sektor keuangan, artinya bisa meningkatkan penghasilan masyarakat, dan nantinya justru masyarakat yang tangannya di atas akan lebih banyak, sementara yang masih harus dibantu, kita fokus bantu sesuai dengan data yang kita miliki," tuturnya.
Dedie menerangkan, pemerintah daerah ingin membangun semangat perbaikan kualitas hunian yang berjalan beriringan dengan peningkatan perekonomian masyarakat.
Dengan demikian, program bantuan perumahan diharapkan tidak hanya membuat rumah warga menjadi lebih layak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.***
Editor : JakaPermana

