Kemnaker Alokasikan 2.000 Kuota Pelatihan Kerja Gratis untuk Kabupaten Cirebon

Kemnaker mengalokasikan 2.000 kuota pelatihan vokasi gratis bagi warga Kabupaten Cirebon pada 2026. Peserta mendapat keterampilan dan sertifikat kompetensi.

Kemnaker Alokasikan 2.000 Kuota Pelatihan Kerja Gratis untuk Kabupaten Cirebon
Kemenaker dan Bupati Cirebon melakukan prosesi peresmian pembukaan Pelatihan Vokasi Nasional 2026.

INILAHKORAN.ID-Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengalokasikan 2.000 kuota pelatihan vokasi bagi masyarakat Kabupaten Cirebon pada 2026. Program ini menjadi peluang bagi warga, khususnya lulusan SMA dan SMK, untuk memperoleh keterampilan kerja sekaligus sertifikat kompetensi.

Alokasi tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat membuka Pelatihan Tailor Made Training (TMT) ABT Batch 3 Tahun 2026 bersama Bupati Cirebon Imron.

Yassierli mengatakan, kuota untuk Kabupaten Cirebon merupakan bagian dari program perluasan pelatihan vokasi nasional yang pada 2026 menargetkan 340.000 peserta. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 70.000 peserta.

“Dan Kabupaten Cirebon mendapat spesial, kabupaten dapat 2.000 orang untuk dilatih. Nanti kalau sudah habis, kalau anggarannya masih ada tahun ini, kita bisa tambah,” kata Yassierli, Minggu 8 November 2026.

Menurut Yassierli, program tersebut terbuka bagi masyarakat yang ingin memasuki dunia kerja, tetapi belum memiliki keterampilan khusus yang dibuktikan melalui sertifikat kompetensi.

Peserta tidak dipungut biaya selama mengikuti pelatihan. Selain mendapatkan pembelajaran dari instruktur berpengalaman dan fasilitas praktik, peserta juga memperoleh uang transportasi, makan siang, serta perlindungan asuransi.

Kemnaker menyiapkan 32 bidang kejuruan, mulai dari reparasi pendingin ruangan (AC), menjahit, pembuatan kue, perbengkelan, permesinan hingga perhotelan. Pelatihan juga diarahkan untuk membekali peserta agar mampu membuka usaha secara mandiri.

Yassierli mencontohkan keberhasilan peserta pelatihan reparasi AC di Medan yang mampu mengembangkan usaha setelah mengikuti pelatihan selama satu bulan. Usaha tersebut bahkan telah berkembang hingga mempekerjakan 18 orang.

“Kami minta peserta memanfaatkan kesempatan ini dengan serius agar keterampilan yang diperoleh benar-benar dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha,” ucapnya.

Imron: Ijazah Saja Tidak Cukup

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron menilai peningkatan keterampilan menjadi kebutuhan mendesak di tengah perubahan teknologi dan tuntutan industri.

Menurutnya, ijazah pendidikan formal saja tidak cukup untuk menjawab kebutuhan pasar kerja yang semakin kompetitif. Masyarakat juga harus memiliki kemampuan praktis dan kompetensi sesuai bidang pekerjaan.

“Tenaga kerja tidak cukup hanya memiliki ijazah, tetapi juga harus mempunyai keterampilan, kompetensi, dan mobilitas yang sesuai kebutuhan pasar kerja,” kata Imron.

Dia menyebutkan, bidang pelatihan yang ditawarkan memiliki keterkaitan dengan potensi ekonomi daerah, seperti teknologi digital, industri kreatif, pengolahan pangan, kuliner, jasa, pertanian modern hingga pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Imron meminta penyelenggara pelatihan, instruktur, dan mitra industri memastikan materi yang diberikan sesuai kebutuhan lapangan. Dengan demikian, lulusan pelatihan tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi juga kemampuan yang dapat langsung diterapkan.

Dia berharap program tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan, meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, serta mendorong tumbuhnya wirausaha baru.

Dalam kesempatan tersebut, Imron juga menyampaikan bahwa Kemnaker mengembangkan pelatihan vokasi bagi penyandang disabilitas. Hingga saat ini, sekitar 1.050 penyandang disabilitas telah mengikuti program tersebut, dengan target peningkatan menjadi 10.000 peserta.***


Editor : JakaPermana