2.000 Warga Cirebon Dapat Pelatihan Vokasi Kemnaker 2026, Siap Masuki Dunia Kerja
Pemkab Cirebon mendapat alokasi pelatihan vokasi Kemnaker untuk 2.000 warga pada 2026 guna meningkatkan keterampilan dan memperluas peluang kerja.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kabupaten Cirebon mendapat alokasi pelatihan vokasi bagi 2.000 warga dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada 2026. Program tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Bupati Cirebon Imron mengatakan, pelatihan vokasi memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh kompetensi praktis sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.
"Tenaga kerja tidak cukup hanya memiliki ijazah, tetapi juga harus mempunyai keterampilan, kompetensi, dan mobilitas yang sesuai kebutuhan pasar kerja," katanya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (7/11/2026).
Menurut Imron, materi pelatihan disusun dengan mempertimbangkan potensi ekonomi masyarakat. Bidang yang menjadi fokus mencakup pemanfaatan teknologi digital, industri kreatif, keterampilan budaya, pengolahan pangan, jasa, hingga pertanian modern.
Keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan mampu membuka peluang kerja sekaligus membantu masyarakat mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal.
Imron pun meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan disiplin dan sungguh-sungguh agar kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan sesuai kebutuhan dunia kerja maupun dunia usaha.
"Kepada seluruh peserta pelatihan, saya berpesan agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh semangat," ujarnya.
Ia menjelaskan, program pelatihan vokasi tersebut merupakan hasil kerja sama Pemkab Cirebon dengan Kemnaker melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung.
Kemnaker Perluas Pelatihan Vokasi Nasional
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, alokasi pelatihan vokasi bagi Kabupaten Cirebon menjadi bagian dari perluasan program pelatihan vokasi nasional yang pada 2026 memiliki kapasitas hingga 340.000 peserta.
"Tahun lalu kita hanya punya anggaran untuk melatih sekitar 70.000 orang se-Indonesia, tapi tahun ini kami bisa melatih total dengan anggaran sampai 340.000 orang," katanya.
Yassierli menyebut, pelatihan tersebut terbuka bagi masyarakat, terutama lulusan SMA dan SMK yang membutuhkan keterampilan tambahan serta sertifikat kompetensi untuk memasuki pasar kerja.
Selain mempersiapkan peserta menjadi tenaga kerja, program vokasi juga diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi melalui kewirausahaan.
"Beberapa pelatihan membuka kesempatan kepada lulusannya nanti sesudah ikut pelatihan bisa langsung wirausaha," katanya.
Yassierli menegaskan, program pelatihan vokasi juga memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh keterampilan melalui dukungan pelatihan khusus yang diselenggarakan Kemnaker.
"Kita ingin menghadirkan senyum dari teman-teman disabilitas dan kita ingin negara ini sekali lagi memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang," ujarnya.
Melalui alokasi pelatihan bagi 2.000 warga Kabupaten Cirebon, pemerintah berharap peningkatan kompetensi tenaga kerja dapat memperluas akses terhadap lapangan pekerjaan sekaligus mendorong tumbuhnya usaha mandiri di masyarakat.
Editor : Ahmad Sayuti

