Kemnaker Siapkan Pelatihan Gratis untuk 100 Pelaku Usaha Kopi Bandung Barat

Kemnaker menyiapkan pelatihan gratis bagi 50-100 pelaku usaha kopi Bandung Barat. Program ini untuk meningkatkan kapasitas dan peluang pasar ekspor.

Kemnaker Siapkan Pelatihan Gratis untuk 100 Pelaku Usaha Kopi Bandung Barat
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli

INILAHKORAN.ID - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) siap memfasilitasi pelatihan gratis bagi pelaku usaha kopi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat potensi kopi daerah menembus pasar internasional.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pelatihan tersebut dapat diikuti sekitar 50 hingga 100 pelaku usaha kopi. Materi yang diberikan mencakup seluruh tahapan usaha, mulai dari pembibitan, pengelolaan lahan, panen hingga pengolahan kopi.

“Kita bisa memberikan pelatihan gratis untuk 50 sampai 100 orang, mulai dari bibit, bagaimana mengelola lahannya, panen, sampai kemudian pengolahannya,” kata Yassierli seperti dikutip dari Antara, Jumat (4/9/2026).

Yassierli mengaku tertarik memfasilitasi pengembangan industri kopi di Bandung Barat setelah mengetahui produk kopi dari daerah tersebut telah berhasil menembus pasar ekspor.

Menurutnya, capaian tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha agar produksi dan kualitas kopi Bandung Barat mampu memenuhi peluang permintaan pasar yang lebih luas.

“Saya dengar Bandung Barat ini sudah ekspor kopi, bahkan kalau tidak salah sudah sampai empat ton. Ini luar biasa, tinggal bagaimana kita tingkatkan lagi kapasitasnya,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat memperkuat kemampuan pelaku usaha kopi dalam mengelola produksi hingga pengolahan. Dengan begitu, potensi pasar domestik maupun internasional dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Sebelumnya, kopi Arabika Gunung Tangkuban Parahu asal Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, berhasil menembus pasar Arab Saudi.

Ekspor perdana dilakukan sebanyak empat ton green bean hasil fermentasi nanas dengan nilai transaksi sekitar Rp800 juta.

Manajer Tonas kopi sekaligus petani milenial, Dikdik Ramdaniansyah, mengatakan permintaan awal dari pembeli di Arab Saudi mencapai 25 ton. Namun, pihaknya baru mampu memenuhi pengiriman tahap pertama sebanyak empat ton karena keterbatasan kapasitas produksi dan bahan baku.

“Awalnya, mereka melakukan pemesanan sebanyak 25 ton. Namun, karena situasi dan kondisi yang kurang memungkinkan, kami baru mampu menyanggupi pengiriman sebanyak 4 ton,” ujarnya.

Saat ini, Tonas kopi telah menyerap sekitar 50 ton kopi dari petani di Desa Cibodas. Kapasitas produksi ditargetkan meningkat dua hingga tiga kali lipat dengan kebutuhan bahan baku lebih dari 100 ton.

Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peluang pengembangan komoditas kopi Bandung Barat, sekaligus menjadi momentum bagi peningkatan kapasitas petani dan pelaku usaha agar mampu memenuhi permintaan pasar ekspor secara berkelanjutan.


Editor : Ahmad Sayuti