Kemnaker Salurkan Bantuan Usaha untuk 9.000 TKM, Modal hingga Rp15 Juta

Kemnaker menyalurkan bantuan usaha kepada 9.000 TKM pemula dan lanjutan. Bantuan berupa modal hingga Rp15 juta, pelatihan, dan pendampingan usaha.

Kemnaker Salurkan Bantuan Usaha untuk 9.000 TKM, Modal hingga Rp15 Juta
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat memberikan keterangan di Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026). ANTARA

INILAHKORAN.ID - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyalurkan bantuan usaha kepada sekitar 9.000 tenaga kerja mandiri (TKM) pemula dan lanjutan sebagai bagian dari upaya mengembangkan kewirausahaan dan memperluas kesempatan kerja.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan bantuan tersebut diberikan dalam bentuk modal usaha, pelatihan, serta pendampingan secara intensif selama tiga bulan.

"Dari total TKM tersebut, masing-masing penerima akan mendapatkan modal usaha kemudian pelatihan, kemudian dilanjutkan pendampingan," kata Yassierli seperti dikutip dari Antara, Jumat (4/9/2026).

Ia menjelaskan, sebanyak 1.000 peserta kategori TKM lanjutan akan mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp15 juta per orang. Selain modal, peserta mengikuti pelatihan intensif selama lima hari dan pendampingan usaha selama tiga bulan.

TKM lanjutan merupakan peserta yang sebelumnya telah mengikuti program TKM pemula dan dinyatakan memenuhi hasil evaluasi untuk melanjutkan pengembangan usahanya.

Sementara itu, sekitar 8.000 peserta TKM pemula akan mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta per orang, disertai pelatihan dan pendampingan usaha.

"Masing-masing mendapatkan modal usaha Rp15 juta dan kemudian pelatihan selama 5 hari, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan selama 3 bulan. Selain TKM mandiri, ada sekitar 8.000 tenaga kerja mandiri pemula yang dapat modal Rp5 juta dan diberikan pelatihan dan pendampingan," ujarnya.

Yassierli menekankan agar bantuan tersebut dimanfaatkan secara produktif. Dengan demikian, usaha yang dijalankan penerima tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan membuka kesempatan kerja baru.

Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan tenaga kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker Sugeng Heri Suseno mengatakan program TKM dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni pembekalan, pemberian bantuan, dan pendampingan usaha.

"Program TKM ini kita laksanakan melalui tiga pilar, yaitu pembekalan, pemberian bantuan, dan pendampingan usaha," kata Sugeng.

Program tersebut menyasar pengembangan usaha di tengah jumlah angkatan kerja nasional yang mencapai 154 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 7,24 juta orang atau 4,68 persen masih menganggur.

Pada program TKM lanjutan, sekitar 60 persen penerima bantuan merupakan perempuan. Berdasarkan tingkat pendidikan, sebanyak 51,2 persen penerima merupakan lulusan SMA, 34,6 persen sarjana, dan 2,3 persen magister.

Sugeng menambahkan, hasil tracer study TKM 2025 menunjukkan program tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan usaha peserta.

Sebanyak 76,3 persen peserta binaan tercatat mengalami peningkatan omzet setelah mengikuti program. Selain itu, sebanyak 32,2 persen peserta mampu menambah tenaga kerja dalam usahanya.


Editor : Ahmad Sayuti