PSEL Kayumanis Siap Ubah Sampah Jadi Listrik, Ribuan Peluang Kerja Menanti
PSEL Kayumanis di Kota Bogor ditargetkan mulai dibangun pada November 2026. Fasilitas ini mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari,
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, diproyeksikan tidak hanya menjadi solusi penanganan sampah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Proyek yang masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) tersebut saat ini masih dalam tahap pematangan lahan dan penyelesaian berbagai aspek teknis. Pemerintah menargetkan groundbreaking pembangunan dapat dilaksanakan pada November 2026.
Lurah Kayumanis, Johan, mengatakan kehadiran PSEL akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dari sisi penyerapan tenaga kerja dan pengembangan wilayah.
"Dengan adanya program PSEL di wilayah kami, tentunya akan membawa manfaat besar bagi warga. Saat ini kami masih menunggu realisasi pembangunan PSEL," katanya, Rabu (22/7/2026).
Sementara itu, Camat Tanah Sareal, Rokib, menjelaskan proses persiapan di lapangan masih difokuskan pada pematangan lahan serta sinkronisasi dengan pembangunan akses jalan tol dan jalur pemboran yang melintasi kawasan tersebut.
"Sampai saat ini kami masih dalam tahap pematangan tanah dan lokasi. Ada beberapa hal yang perlu disinkronisasikan, terutama terkait akses tol baru dan rencana teknis lainnya yang melintasi lahan ini," ujarnya.
Menurut Rokib, perubahan fungsi lahan dari kawasan pertanian dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian tata ruang untuk mendukung kebutuhan infrastruktur pengelolaan sampah terpadu di Kota Bogor.
"Tata ruang tentu disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi. Saat ini Kota Bogor, bahkan secara nasional, sangat membutuhkan lokasi strategis untuk penanganan sampah terpadu," jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan PSEL nantinya akan membuka peluang kerja bagi masyarakat, baik pada tahap konstruksi maupun saat fasilitas mulai beroperasi. Karena itu, pemerintah terus melakukan sosialisasi kepada warga agar memahami manfaat proyek tersebut.
"Sosialisasi awal telah digelar di beberapa titik, seperti RW 06 dan RW 11, dan akan dilanjutkan secara massal di tingkat kelurahan. Kami ingin masyarakat memahami manfaat program strategis nasional ini," katanya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Setiawati, menjelaskan kawasan PSEL akan dibangun di atas lahan seluas 12 hektare. Sekitar 7 hektare di antaranya digunakan untuk pembangunan fasilitas utama PSEL dan Fly Ash Bottom Ash (FABA) Plant.
Fasilitas tersebut dirancang mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari sekaligus menghasilkan energi listrik.
"Selain menghasilkan energi listrik, proyek ini juga akan mengolah residu menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Hasil pengolahan Fly Ash dan Bottom Ash dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan batako, paving block hingga kanstin," ujarnya.
Menurut Setiawati, pembangunan PSEL merupakan kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Kota Bogor, dan BUMN. Investasi utama berasal dari kementerian terkait bersama Danantara, sedangkan Pemkot Bogor bertugas menyiapkan lahan dan menjamin pasokan sampah.
Pasokan sampah nantinya tidak hanya berasal dari Kota Bogor, tetapi juga melalui kerja sama regional dengan daerah sekitar, termasuk Kota Depok. Adapun listrik yang dihasilkan akan dibeli dan didistribusikan oleh PT PLN (Persero).
Saat ini, pembangunan akses jalan menuju lokasi sepanjang 1,3 kilometer dari target 1,7 kilometer telah selesai. Sementara proses perizinan dan pematangan teknis lainnya masih berlangsung.
"Pemerintah menargetkan groundbreaking pembangunan PSEL Kayumanis dapat dilaksanakan pada November 2026, sehingga mampu membuka peluang ekonomi dan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Kota Bogor," pungkas Setiawati.***
Editor : JakaPermana

