Bupati Karawang Bantu Biaya Perawatan Korban Penganiayaan Anak

Pemkab Karawang membantu biaya perawatan dan kepulangan anak korban dugaan penganiayaan. Bupati Aep Syaepuloh menyebut dua terduga pelaku telah ditangkap.

Bupati Karawang Bantu Biaya Perawatan Korban Penganiayaan Anak
Pemkab Karawang membantu biaya perawatan dan kepulangan anak korban dugaan penganiayaan. Bupati Aep Syaepuloh menyebut dua terduga pelaku telah ditangkap.

INILAHKORAN.ID – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyatakan Pemerintah Kabupaten Karawang membantu biaya perawatan dan kepulangan seorang anak yang menjadi korban dugaan penganiayaan oleh teman sebayanya. Sebelumnya, kepulangan korban dari Rumah Sakit Siloam Purwakarta terkendala masalah biaya.

Aep mengatakan, pemerintah daerah membantu biaya perawatan korban hingga dapat kembali ke rumah. Ia juga berkoordinasi dengan Polresta Karawang terkait penanganan kasus tersebut.

"Iya, korban sekarang sudah bisa pulang ke rumah karena Pemkab Karawang membantu biaya perawatan hingga korban sembuh. Saya juga koordinasi dengan pihak Polresta Karawang membantu karena keluarga korban kesulitan masalah keuangan dan sudah kami tutupi biar korban bisa pulang," kata Aep, Sabtu, 18 Oktober 2026.

Menurut Aep, penanganan perkara dugaan penganiayaan tersebut telah ditangani Polresta Karawang. Dua orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan dilaporkan telah ditangkap.

Meski pihak yang diduga terlibat masih anak-anak dan merupakan teman sebaya korban, Aep mengatakan proses hukum tetap diserahkan kepada kepolisian.

"Selanjutnya biarkan Polresta Karawang yang menangani kasus penganiayaan ini. Kami hanya menunggu hasil penanganannya hingga selesai," ujarnya.

Aep menegaskan, korban dan keluarganya tidak menghadapi persoalan tersebut sendirian. Pemerintah Kabupaten Karawang bersama unsur terkait berupaya membantu kebutuhan keluarga, termasuk biaya perawatan di rumah sakit.

Pemerintah daerah juga menyatakan akan mendukung kebutuhan korban selama menjalani pemulihan dan perawatan lanjutan di rumah.

"Kami juga memastikan korban akan terus dibantu selama menjalani rawat jalan di rumahnya," kata Aep.

Ia menambahkan, Pemkab Karawang berkomitmen mengawal penanganan kasus tersebut serta membantu kebutuhan korban selama masa pemulihan.

Kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka serius itu menjadi perhatian pemerintah daerah. Aep menyatakan pemerintah akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan korban berjalan dengan baik.

Aep juga menyoroti pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak, termasuk saat menggunakan gawai. Namun, dugaan keterkaitan antara tontonan digital dan kejadian tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut.

"Ini bisa saja karena pengaruh gawai, diduga akibat pengaruh nonton gawai tanpa pengawasan orang tua. Makanya pengawasan orang tua sangat penting," ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, Aep berencana menerbitkan surat edaran melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ia juga mengimbau orang tua agar tidak menyerahkan seluruh tanggung jawab pengawasan anak kepada pihak sekolah.

Menurutnya, pengawasan di lingkungan keluarga perlu berjalan seiring dengan peran sekolah dan masyarakat untuk mencegah terjadinya kekerasan di antara anak-anak.***


Editor : JakaPermana