Warga Coatesville Kota Wisata Protes Pembangunan Gedung Serba Guna

Pembangunan gedung serba guna di Cluster Coatesville, Kota Wisata, dipersoalkan warga.

Warga Coatesville Kota Wisata Protes Pembangunan Gedung Serba Guna
Warga Cluster Coatesville Kota Wisata Keluhkan Proyek Pembangunan Gedung Serba Guna

INILAHKORAN.ID – pembangunan gedung serba guna di lingkungan Cluster Coatesville, Perumahan Kota Wisata, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menuai keberatan dari sejumlah warga.

Pembangunan yang diinisiasi Ketua RW, Listianto, dipersoalkan warga karena dinilai tidak melalui musyawarah menyeluruh dan dianggap mengubah peruntukan awal lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) yang disebut telah diserahterimakan kepada pemerintah daerah.

Salah satu warga yang menyampaikan keberatan adalah Afgan, warga Blok SC 04. Ia mempersoalkan perubahan rencana pemanfaatan lahan setelah serah terima fasos-fasum dari pihak pengembang.

"Aturan pasca-serah terima menegaskan bahwa tidak boleh ada perubahan fungsi. Awalnya lokasi tersebut diperuntukkan bagi gazebo, namun kini justru berubah menjadi bangunan yang jauh lebih besar," ujar Afgan kepada wartawan, Minggu, 18 Oktober 2026.

Afgan menegaskan, keberatan warga bukan tanpa alasan. Menurutnya, pengurus RW tidak pernah mengundang seluruh warga untuk bermusyawarah sejak awal pembangunan direncanakan. Sosialisasi dan pemaparan desain yang bersumber dari donasi, kata dia, hanya dihadiri sebagian kecil warga.

"Sementara keputusan pelaksanaan dan pengumuman proyek dilakukan secara sepihak," tegasnya.

Selain mempersoalkan proses pengambilan keputusan, warga juga menyoroti ukuran bangunan. Afgan menyebut luas bangunan yang semula direncanakan sekitar 256 meter persegi bertambah menjadi 480 meter persegi.

Menurutnya, perubahan tersebut berpotensi mengurangi ruang terbuka hijau (RTH). Ia juga menyebut taman bermain anak yang baru dibangun turut terdampak oleh proyek tersebut.

"Akibatnya, Ruang Terbuka Hijau (RTH) berkurang drastis, dan taman bermain anak yang baru dibangun dua hari lalu ikut terdampak," tambah Afgan.

Persoalan transparansi anggaran turut menjadi sorotan warga. Berdasarkan pengumuman awal yang mereka ketahui, proyek tersebut diperkirakan membutuhkan biaya Rp650 juta. Namun, menurut Afgan, kebutuhan anggaran kemudian meningkat menjadi Rp1,5 miliar.

Ia juga menyebut Ketua RW diduga meminta sumbangan tambahan kepada sekitar 150 warga.

Warga turut mempertanyakan kebutuhan penggalangan dana tambahan di tengah adanya iuran pengelolaan lingkungan (IPL). Afgan menyebut IPL ditetapkan sebesar Rp300.000 per bulan untuk rumah dengan luas 250 meter persegi, dengan jumlah sekitar 400 rumah di lingkungan tersebut.

Berdasarkan perhitungan warga, akumulasi dana IPL diperkirakan telah mencapai lebih dari Rp1 miliar. Namun, jumlah tersebut belum dapat dipastikan sebagai saldo kas yang tersedia karena memerlukan data penerimaan, pengeluaran, dan saldo resmi pengelolaan IPL.

"Warga pun mempertanyakan urgensi penarikan sumbangan tambahan di luar dana IPL yang sudah terkumpul," imbuhnya.

Warga lainnya, Deni, mengatakan dirinya berharap lokasi tersebut direnovasi sebagai gazebo dengan tetap mempertahankan fungsi ruang terbuka hijau, bukan dibangun menjadi gedung berukuran besar.

"Kami meminta agar pembangunan dievaluasi dan dialog dengan warga dilakukan sebelum proyek dilanjutkan," tegas Deni.

Sementara itu, Camat Gunung Putri, Indra Kurnia, menyampaikan bahwa warga telah mencapai kesepakatan untuk mengurangi luas dan tinggi bangunan fasilitas umum tersebut.

"Alhamdulillah, ada kesepakatan warga Cluster Coatesville, Perumahan Kota Wisata dan mari kita saling memaafkan, atas perbedaan pendapat sebelumnya," tutur Indra.

Kesepakatan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam polemik pembangunan gedung serba guna di Cluster Coatesville. Meski demikian, kejelasan peruntukan lahan, rencana akhir bangunan, serta keterbukaan pengelolaan anggaran masih perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait agar persoalan dapat diselesaikan secara transparan dan sesuai ketentuan.***


Editor : JakaPermana