23 Ribu Warga Bandung Terancam Krisis Air, Pemkot Percepat Program Penghijauan

Sebanyak 23.379 warga Kota Bandung berpotensi mengalami krisis air bersih. Pemkot mempercepat penghijauan melalui Program Rindu Rindang.

23 Ribu Warga Bandung Terancam Krisis Air, Pemkot Percepat Program Penghijauan
Ilustrasi-net

INILAHKORAN.ID-Sebanyak 23.379 warga Kota Bandung berpotensi mengalami krisis air bersih pada musim kemarau. Untuk mengurangi risiko tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempercepat program penghijauan melalui rehabilitasi ruang publik dan ruang terbuka hijau (Rindu Rindang).

Program tersebut ditandai dengan penanaman pohon perdana di RW 09, Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, pada 22 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan lingkungan dan menjaga ketersediaan air tanah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan hasil pendataan menunjukkan terdapat 13 kecamatan dan 24 kelurahan yang berpotensi mengalami krisis air bersih.

Wilayah tersebut mencakup 114 RW, 167 RT, serta 6.353 kepala keluarga atau sekitar 23.379 jiwa.

Butuh 70 Mobil Tangki Air per Hari

Didi menjelaskan, apabila seluruh wilayah terdampak membutuhkan pasokan air bersih, kebutuhan minimumnya mencapai sekitar 331.695 liter per hari, atau setara dengan 70 mobil tangki air.

Jika kondisi tersebut berlangsung selama satu bulan, distribusi air diperkirakan mencapai hampir 2.200 mobil tangki, sehingga membutuhkan biaya yang sangat besar.

"Kalau hanya mengandalkan distribusi air bersih, tentu biayanya sangat besar. Solusi permanennya adalah meningkatkan resapan air melalui penghijauan dan penambahan ruang terbuka hijau," kata Didi Ruswandi, Jumat (31/7/2026).

Penghijauan Jadi Solusi Jangka Panjang

Menurut Didi, keberadaan kawasan hijau mampu meningkatkan daya serap air hujan ke dalam tanah sehingga dapat mengurangi limpasan air penyebab banjir sekaligus memperkuat cadangan air tanah saat musim kemarau.

Untuk meningkatkan keberhasilan penanaman pohon, BPBD Kota Bandung juga menerapkan metode irigasi kapiler, yaitu menggunakan botol berisi air yang ditanam di dekat pohon agar kelembapan tanah tetap terjaga selama musim kemarau.

"Untuk mendukung keberhasilan penanaman, kami juga menerapkan metode irigasi kapiler. Metode tersebut memanfaatkan botol berisi air yang ditanam di dekat pohon agar kelembapan tanah tetap terjaga selama musim kemarau," ujarnya.

Program Rindu Rindang Berlanjut Hingga Oktober

Didi menegaskan, penanaman pohon bukan hanya bertujuan mempercantik lingkungan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menjaga ketersediaan air tanah dan meningkatkan ketahanan Kota Bandung menghadapi perubahan iklim.

"Kita harus membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana. Mudah-mudahan kita tidak pernah diuji dengan musibah, tetapi kita tetap harus bersiap. Salah satunya dengan mencegah bencana melalui penghijauan seperti yang kita lakukan," katanya.

Program Rindu Rindang dijadwalkan berlangsung hingga Oktober 2026. Selain penanaman pohon di berbagai titik, program ini juga mencakup rehabilitasi ruang publik serta penguatan edukasi kebencanaan kepada masyarakat sebagai bagian dari strategi adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.***


Editor : JakaPermana