Burung Tak Didapat, Pria Pamijahan Ini Malah Meregang Nyawa
Pria asal Pamijahan, Kabupaten Bogor, A, meregang nyawa karena kegemarannya mencari burung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cibinong – Pria asal Pamijahan, Kabupaten Bogor, A, meregang nyawa karena kegemarannya mencari burung.
A, pria berusia 45 tahun, ditemukan tak bernyawa setelah ditemukan di Curug Seribu, kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
A diketahui pergi ke Taman Nasional Gunung Halimun itu untuk mencari burung. Dia melakukannya pada sembilan hari yang lalu.
Tapi, sejak saat itu, dia tak pulang-pulang. Keluarga dan warga, sempat mencari korban ke hutan, tempat ia mencari burung. Tapi, tak membuahkan hasil.
Kabar keberadaan A baru diketahui oleh wisatawan pada Rabu sore kemarin. Tubuh A terlihat di kawasan Curug Seribu.
A, warga Kampung Raina, Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, itu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Pria yang berstatus duda tersebut ditemukan tenggelam di Curug Seribu, kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Puluhan personel Tim SAR gabungan kesulitan mengevakuasi korban. Pasalnya, jasad A terjepit batu besar dan batang pohon yang tumbang ke aliran Sungai Ciparay.
Proses evakuasi berlangsung selama tiga jam, dimulai sejak pukul 07.30 WIB. Personel Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Damkar, TNI, Polisi, Satpol PP dan relawan pun baru berhasil mengevakuasi A pada pukul 10.30 WIB.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Muhammad Adam Hamdani, membenarkan penemuan jasad A tersebut.
“Tadi pagi jasad A berhasil dievakuasi. Tim SAR gabungan langsung menyerahkan ke pihak keluarganya,” kata Adam Hamdani.
Dia menyebutkan pihak keluarga tidak memperpanjang urusan setelah jasad A ditemukan. Mereka beranggapan kejadian tenggelamnya A karena musibah. (*)
Editor : Zulfirman

