Busyet! Praktik Kecurangan Takaran Pertalite-Pertamax Diduga Terjadi Sejak SPBU Cijujung Berdiri

Praktik kecurangan di SPBU Cijujung, Kabupaten Bogor, diduga sudah terjadi sejak lama.

Busyet! Praktik Kecurangan Takaran Pertalite-Pertamax Diduga Terjadi Sejak SPBU Cijujung Berdiri

INILAHKORAN, Cibinong – Praktik kecurangan di SPBU Cijujung, Kabupaten Bogor, diduga sudah terjadi sejak lama.

Direktur Tipiter Bareskrim Mabes Polri Brigjen Nunung Syaifuddin tak percaya bahwa dugaan praktik kecurangan di SPBU Cijujung baru terjadi dalam dua bulan terakhir.

Nunung Syaifuddin menyakini bahwa praktik kecurangan takaran bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Melihat bukti atau fakta di 'lapangan', bisa jadi praktek kecurangan takaran BBM di SPBU di Jalan Alternatif Sentul, Desa Cijujung, Sukaraja ini berlangsung semenjak SPBU ini berdiri,” sebut Nunung Syaifuddin, mantan Kapolres Serang tersebut kepada wartawan di Bogor, Rabu 19 Maret 2025.

Menteri Perdaganan Budi Santoso kepada wartawan menuturkan bahwa temuan praktik dugaan kecurangan takaran BBM jenis pertalite dan pertamax ini berdasarkan aduan masyarakat.

"Jadi, setelah kami dan Direktur Tipiter Bareskrim Mabes Polri mendalami aduan masyarakat, ternyata benar terjadi praktek dugaan kecurangan takaran BBM jenis pertaliite dan pertamax di SPBU SPBU 34-16712 Jalan Alternatif Sentul," tutur Budi Santoso.

Budi Santoso menuturkan, bahwa praktik dugaan kecurangan takaran BBM jenis pertalite dan pertamax di SPBU SPBU 34-16712 terjadi di empat mesin pompa BBM.

Pelaku memasang alat kecurangannya, menggunakan sistem remote yang dihubungkan dengan perangkat alat elektronik.

“Lalu, hand phone yang sudah terunduh aplikasi tertentu menjadi remote. Jika dinyalakan otomatis, volume takaran BBM jenis Pertalite dan Pertamax di SPBU ini berkurang hingga 4 persen,” katanya. (*)


Editor : Zulfirman