Dibanderol Rp 72 Ribu, Operasi Pasar Bersubsidi di Kota Bandung Sediakan 4.426 Paket Sembako

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat dan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) meluncurkan 4.426 paket sembako.

Dibanderol Rp 72 Ribu, Operasi Pasar Bersubsidi di Kota Bandung Sediakan 4.426 Paket Sembako

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat dan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) meluncurkan 4.426 paket sembako.

Dalam program operasi pasar bersubsidi (Opadi)  yang digelar di Kantor Kecamatan Gedebage dan Perum Bulog tersebut, menyediakan paket terdiri dari beras 5 kg, minyak goreng 2 lt, gula pasir 1 kg, dan tepung terigu 1 kg.

Kepala Disperindag Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih mengungkapkan, Opadi merupakan program Pemprov Jawa Barat menjelang hari raya Idulfitri. Kegiatan ini untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok murah.

“Hari ke-3 pelaksanaan Opadi ini. semoga bisa menstabilkan harga di Jawa Barat. Variasi harga antar wilayah terjaga dan ada keterjangkauan harga,” kata Noneng Komara Nengsih, Rabu 19 Maret 2025.

Menurutnya, sesuai kajian empiris Disperindag Jabar. Hadirnya Opadi membuat masyarakat lebih tenang dan tidak terjadi kepanikan dalam membeli bahan pokok. Kuota Opadi sebanyak 143 ribu paket subsidi yang tersebar di 27 kabupaten kota di Jabar.

"Harapan kami warga dapat terbantu dengan adanya subsidi ini. Normalnya paket tersebut yaitu Rp145.800. Namun disubsidi Rp73.800 sehingga masyarakat hanya membayar Rp72.000 untuk setiap paketnya," ucapnya.

Salah satu warga Kota Bandung, Enung mengungkapkan rasa syukur atas kegiatan subsidi tersebut. Pasalnya, dengan harga Rp72.000 sudah mendapatkan berbagai macam komoditi yang biasanya hanya untuk satu komoditi saja.

“Alhamdulilah bisa mencukupi untuk keluarga. Biasanya Rp70.000  itu untuk beras saja. Tapi sekarang sudah empat macam dengan harga segitu.Terima kasih, adanya kegiatan ini sangat membantu kebutuhan kami untuk sehari-hari,” kata Enung. ***


Editor : Ahmad Sayuti