Pemprov Jabar Gelar Opadi di Monju Bandung, Cegah Inflasi Jelang Lebaran
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan operasi pasar bersubsidi (Opadi) di Monumen Perjuangan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan operasi pasar bersubsidi (Opadi) di Monumen Perjuangan (Monju), Kota Bandung, Kamis 4 April 2024, dalam rangka mencegah inflasi jelang puncak Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2024 Idul Fitri 1445 hijiriah.
Total 2.800 paket yang berisi lima kilogram beras, dua kilogram gula pasir dan dua liter minyak goreng disiapkan untuk masyarakat kategori DTKS dari empat kecamatan di sekitar Monju Bandung. Dimana paket Opadi ini dapat ditebus masyarakat hanya dengan Rp101 ribu, dari harga normal Rp146.700 atau mendapat subsidi sebesar Rp45.700.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman mengatakan, pihaknya sangat memerhatikan kegiatan seperti ini, sebagai salah satu upaya untuk pengendalian inflasi. Terlebih Penjabat (Pj) Gubernur Bey Machmudin kata dia, telah meminta supaya inflasi terjaga pada HBKN 2024 Idul Fitri kali ini.
"Ini salah satu ikhtiar kita, operasi pasar. Bukan hanya oleh Pemprov, kabupaten/kota semua bahu-membahu. Termasuk gerakan pangan murah juga," ujar Herman di sela meninjau pelaksanaan Opadi di Monju Bandung.
Dia melanjutkan, dalam operasi HBKN 2024 Idul Fitri 1445 hijiriah, Pemprov Jabar menyiapkan 161 ribu paket untuk disebar ke 27 kota/kabupaten, sebagai upaya menekan laju inflasi di Jawa Barat.
"43 persen sudah terdistribusikan. Tinggal 57 persen dan beberapa hari jelang lebaran kami tuntaskan. Mudah-mudahan di Jawa Barat, puncaknya lebaran inflasi terkendali. Pak Gubernur (Bey Machmudin) sudah berikan arahan, intinya inflasi harus terkendali. Kami akan mengupayakannya dengan pola kolaborasi berbasis sabilulungan," ucapnya.
Kepala Disperindag Jabar Noneng Komara Nengsih melanjutkan, dalam Opadi HBKN 2024 Idul Fitri 1445 hijiriah, Rp7,3 miliar anggaran dikucurkan dari total Rp15 miliar. Dimana targetnya, Sabtu pekan ini 161 ribu paket Opadi rampung disebar kepada masyarakat kategori DTKS di 27 kabupaten/kota.
"Untuk kabupaten/kota ada 3-4 titik. (Tiga komoditas) Ini hasil kajian dari Unpad, signifikan naik komoditas ini (beras, minyak goreng, gula pasir)," tuturnya.
Pihaknya berharap melalui Opadi maupun gerakan pasar murah, dapat menghindari kenaikan angka kemiskinan di Jawa Barat akibat inflasi dan menurunnya daya beli.
"Kami dari Pemprov Jabar melakukan apa yang harus dilakukan untuk keterjangkauan harga ini, salah satunya Opadi. Harapan kita, asalnya tidak miskin jangan sampai jadi miskin ketika harga meningkat. Itu yang kita jaga di Opadi," harapnya.
Sementara Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Barat Muhammad Attar Rizal mengungkapkan, paket beras untuk Opadi kali ini murni hasil produksi petani lokal dari Majalengka dan Kuningan, yang memang telah memasuki masa panen.
"Artinya ada kesempatan kami menyerap produksi lokal di Jawa Barat. Sampai kemarin sudah 2.40p ton kita serap dari lokal seperti Karawang, Kuningan, Majalengka dan sebagian dari Subang. (Impor) tetap (dilakukan) kita backup karena (mengantisipasi) kekurangan nanti untuk sampai akhir tahun," tandasnya. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti


