Pemprov Jabar Gelar GPM dan Opadi, Cegah Harga Bahan Pokok Naik Jelang Lebaran

Medio Maret 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggelar dua skema, yakni Gerakan Pasar Murah (GPM) dan Operasi Pasar Bersubsidi (Opadi).

Pemprov Jabar Gelar GPM dan Opadi, Cegah Harga Bahan Pokok Naik Jelang Lebaran
Medio Maret 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggelar dua skema, yakni Gerakan Pasar Murah (GPM) dan Operasi Pasar Bersubsidi (Opadi)./Dokumen INILAHKORAN

INILAHKORAN.ID - Medio Maret 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggelar dua skema, yakni Gerakan Pasar Murah (GPM) dan Operasi Pasar Bersubsidi (Opadi), guna mengintervensi potensi kenaikan harga bahan pokok penting (Bapokting), jelang perayaan lebaran.

Kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, Nining Yuliastiani menyampaikan bahwa pada pertengahan Maret ini Pemprov telah menyiapkan dua skema tersebut di kabupaten/kota.

"Tanggal 13 (Maret) melakukan pasar murah provinsi. (Lalu) Operasi Pasar Bersubsidi di 27 kabupaten/kota, 10 sampai 14 (Maret)," kata Nining dikutip dari akun media sosial Sekda Herman, Kamis 5 Maret 2026.

Dalam laporan ini pula, Nining memastikan bahwa ketersediaan dan harga Bapokting jelang Hari Besar Keagamaan Nasional Idulfitri 2026 terjaga.

"Pemprov Jabar memastikan stok barang komoditas pokok relatif aman dan tercukupi," ucapnya.

Disinggung soal harga cabai rawit yang melonjak tajam beberapa waktu lalu, dia memastikan saat ini sudah kembali normal setelah dilakukan pengawasan dan koordinasi dengan distributor.

"Kami melakukan pengawasan setiap hari. Ada kecenderungan signifikan penurunan harga. Di beberapa kabupaten/kota sudah di harga (cabai rawit) Rp60 ribu," ungkapnya.

Terlepas dari itu, Herman menekankan kepada Disperindag Jabar untuk tetap waspada guna memastikan harga dan ketersediaan Bapokting terjaga selama Ramadan dan lebaran tahun ini.

Ia meminta agar koordinasi bersama pemangku kepentingan terkait harus terus dibangun, supaya pelaksanaan lebaran di Jabar berjalan lancar.

"Kemudian komunikasi antara kita dengan kabupaten/kota dan semua komponen harus bagus. Terakhir, transportasi koordinasi dengan Dishub," pintanya.***


Editor : JakaPermana