Pemprov Jabar Gulirkan 142.900 Paket Sembako, Jaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), menggulirkan 142.900 paket sembako lewat Operasi Pasar Bersubsidi (Opadi) di 27 kabupaten/kota, guna menjaga stabilitas harga jelang perayaan Lebaran 2025.

Pemprov Jabar Gulirkan 142.900 Paket Sembako, Jaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), menggulirkan 142.900 paket sembako lewat operasi pasar bersubsidi (Opadi) di 27 kabupaten/kota, guna menjaga stabilitas harga jelang perayaan Lebaran 2025.

Kepala Disperindag Jabar Noneng Komara Nengsih mengatakan, Opadi selain bertujuan menjaga stabilitas harga mengingat kerap terjadi gejolak ketika menjelang Lebaran, juga memberikan rasa aman kepada masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka.

"Opadi menimbulkan rasa aman, sehingga tidak ada kepanikan dalam belanja yang sering menjadi pencetus adanya kenaikan harga berlebihan walaupun stok aman," ujar Noneng baru-baru ini.

Mengenai kebutuhan pokok sejauh ini, dia menerangkan baik ketersediaan maupun harga masih terkendali, kecuali komoditas cabai rawit merah.

Disperindag Jabar sambung dia, akan terus memantau harga kebutuhan pokok melalui SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok).

"Harga yang harian kita olah dari SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok), yang dikumpulkan datanya dari pasar pantauan seluruh kabupaten kota. Harga terkendali, tidak ada kenaikan harga signifikan. Opadi dilaksanakan minggu kemarin memang untuk stabilisasi harga," terangnya.

Selain itu, Noneng menuturkan bahwa tidak ada variasi harga antarwilayah yang sangat lebar. Ada keterjangkauan harga untuk masyarakat yang daerahnya terdampak kenaikan harga.

Dalam Opadi yang digelar Disperindag Jabar, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga subsidi Rp72.000/paket. Adapun satu paket terdiri dari beras (5 kg), minyak goreng (2 liter), gula pasir (1 kg) dan tepung terigu (1 kg). 

"Tentu kita kolaborasi dengan pemerintah daerah dan Bulog setempat juga, karena yang tahu persis jumlah kebutuhan masyarakatnya mereka," ucapnya.

Selain Opadi, Pemprov Jabar melalui organisasi perangkat daerah (OPD) lain seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) juga Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) melakukan gerakan pangan murah (GPM), sebagai langkah strategis guna menjaga stabilitas harga untuk pengendalian inflasi.

Harapannya, masyarakat dapat merayakan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1446 hijiriah atau Lebaran 2025 secara optimal tanpa khawatir masalah kelangkaan dan kenaikan harga kebutuhan pokok. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti