Pemprov Jabar Gelar Pasar Murah dan Operasi Pasar Bersubsidi Jelang Lebaran 2026
Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H, permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok diperkirakan meningkat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H, permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok diperkirakan meningkat. Kondisi tersebut kerap memicu dinamika harga sejumlah komoditas pangan di pasaran.
Beberapa komoditas seperti cabai, daging ayam ras, telur ayam ras, daging sapi, hingga gula pasir tercatat menjadi penyumbang inflasi pada awal 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan harga sekaligus memastikan pasokan tetap tersedia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan sejumlah langkah stabilisasi.
Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas pemerintah daerah yang mencakup monitoring harga, pengawasan distribusi, serta kolaborasi pengendalian inflasi. Selain itu, pemerintah juga melakukan intervensi pasar secara langsung agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali.
Berbagai program pun disiapkan, di antaranya Pasar Murah, Operasi Pasar Bersubsidi (Opadi), serta Gerakan Pangan Murah (GPM). Program-program ini dihadirkan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang Idulfitri.
Sebagai bagian dari upaya stabilisasi harga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar akan menggelar Pasar Murah 2026 pada Jumat, 13 Maret 2026, pukul 07.30-14.00 WIB di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung.
Kegiatan ini akan menghadirkan puluhan tenant yang terdiri dari produsen pangan, distributor, BUMN, ritel modern, hingga pelaku UMKM sektor pangan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Beragam komoditas yang akan tersedia di antaranya beras, minyak goreng, cabai, telur ayam ras, daging ayam, daging sapi, bawang merah, gula pasir, hingga tepung terigu. Selain itu, sejumlah produk pertanian dan olahan juga akan dijual dengan harga yang lebih terjangkau karena menghadirkan produsen secara langsung.
Selain Pasar Murah, Pemprov Jabar juga menjalankan program Opadi sebagai bentuk intervensi langsung untuk membantu masyarakat mendapatkan paket kebutuhan pokok dengan harga murah.
Pelaksanaan Opadi dilakukan melalui kerja sama antara Disperindag Jabar, Perum Bulog Jabar, serta pemerintah kabupaten dan kota di seluruh wilayah Jawa Barat. Kolaborasi ini bertujuan memastikan distribusi paket berjalan tertib, merata, dan tepat sasaran hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Setiap paket Opadi berisi 3 kilogram beras premium, 1 liter minyak goreng premium, 1 kilogram gula pasir, serta 1 kilogram tepung terigu. Paket tersebut telah disubsidi pemerintah sehingga masyarakat hanya perlu menebusnya dengan harga Rp40 ribu per paket.
Program Opadi Idulfitri 2026 dilaksanakan pada 10-14 Maret 2026 di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat dengan total penyaluran mencapai 94.391 paket.
Penentuan lokasi serta kuota paket didasarkan pada hasil analisis tim pengkaji dengan mempertimbangkan kondisi inflasi, kebutuhan masyarakat, serta karakteristik wilayah masing-masing daerah.
Program ini menyasar masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok dengan daya beli rendah. Penjualan paket dilakukan secara langsung dengan mekanisme verifikasi identitas menggunakan KTP guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Seluruh rangkaian kegiatan juga disertai pengawasan dan monitoring guna menjaga ketertiban serta mencegah terjadinya penumpukan massa.
Melalui pelaksanaan Pasar Murah dan Opadi, Pemprov Jabar menegaskan komitmennya untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat menjelang Idulfitri.
Program ini diharapkan mampu menciptakan kondisi ekonomi yang stabil sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh wilayah Jawa Barat. ***
Editor : JakaPermana

