Pemprov Jabar Gelar Opadi, Antisipasi Potensi Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Idul Adha
Mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok jelang Idul Adha, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan operasi pasar bersubsidi (Opadi).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok jelang Idul Adha, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan operasi pasar bersubsidi (Opadi).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Nining Yuliastiani mengatakan, Opadi akan dilaksanakan pada Senin, 2 Juni 2025 di 15 kabupaten/kota yang dari hasil kajian memiliki potensi inflasi tinggi, bekerjasama dengan Badan Usaha Logistik (Bulog).
"Kita melakukan Opadi yang nanti 2 Juni di 15 kabupaten/kota. Kenapa 15 kabupaten/kota, tidak 27. Beda dengan kemarin pas Idul Fitri, kita sudah melakukan kajian secara menyeluruh, potensi terjadi inflasi tinggi," ujar Nining, Kamis 29 Mei 2025.
Dia melanjutkan, Opadi ini diharapkan tidak hanya menjadi upaya menjaga stabilitas harga, tetapi juga memastikan inflasi terkendali di Jabar.
"Kita juga memerhatikan, ini kan bukan saja pengendalian stabilitas harga tetapi kita melihat kantong kemiskinan di lokasi kabupaten tersebut. Nanti kita targeting. Satu sisi stabilitas harga dan juga memelihara inflasi agar terjaga. Sisi lain menargetkan masyarakat yang punya potensi rentan terhadap mengakses Bapok ini," ucapnya.
Pada Opadi ini sambung Nining, bahan pokok yang disediakan antaranya beras, terigu, gula dan minyak goreng. Harapannya, dengan adanya subsidi hampir 50 persen dari program ini, masyarakat yang sebelumnya harus mengeluarkan biaya penuh. Kini dapat berhemat dan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan lain.
"Atau bisa untuk biaya lainnya, misalnya pendidikan. Jadi pengeluaran tidak melonjak secara tajam," tuturnya.
Total Rp1 miliar anggaran dikucurkan, untuk menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi dari Opadi kali ini.
"Opadi sekarang berkisar Rp1 miliar, karena ini kita melihat kenaikan harga di Idul Adha enggak terlalu signifikan dibanding Idul Fitri dan Nataru. Jadi kita bagi," tandasnya. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti
