Cara Jalani Puasa Ramadan bagi Penderita Diabetes

Banyak masyarakat Muslim penderita diabetes tipe 2 di Indonesia, khususnya di perkotaan, yang tetap berkeinginan untuk berpuasa selama Bulan Ramadan.

Cara Jalani Puasa Ramadan bagi Penderita Diabetes
Ilustrasi

INILAH, Jakarta - Banyak masyarakat Muslim penderita diabetes tipe 2 di Indonesia, khususnya di perkotaan, yang tetap berkeinginan untuk berpuasa selama Bulan Ramadan.

Agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar, pasien diabetes harus mengaplikasikan tata laksana diabetes serta berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan solusi terbaik selama berpuasa.

Sebagai salah satu negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, bulan Ramadan merupakan salah satu momen penting yang tidak ingin dilewatkan, tidak terkecuali oleh umat Islam yang menderita penyakit diabetes tipe 2.

Banyak di antara penderita diabetes tersebut memilih untuk tetap berpuasa di bulan Ramadan. Namun, di sisi Iain berpuasa adalah kegiatan yang menantang bagi penderita diabetes tipe 2 karena mereka harus mengubah pola makan dengan tetap mengontrol kadar gula darah, serta menggunakan insulin secara tepat.

Berdasarkan pemeriksaan gula darah, penderita Diabetes Melitus di Indonesia naik menjadi 8,5 persen dari 6,9 persen di 2013. Karena itu, perlu ada perhatian khusus untuk penderita diabetes tipe 2, khususnya dalam tata cara berpuasa agar tetap bisa menjalankan aktivitas seperti biasa di bulan Ramadan.

Banyak tantangan dan risiko yang dihadapi oleh penderita diabetes tipe 2 dalam berpuasa, seperti memburuknya kendali gula darah, hipoglikemia, dan risiko dehidrasi.

Di saat menahan Iapar dan haus dalam berpuasa, penderita diabetes tipe 2 memiliki risiko terjadinya hipoglikemia, dan ketika berbuka puasa mereka terpapar risiko meningkatnya kadar gula darah.

Puasa Ramadan dapat berpengaruh terhadap penurunan berat badan dan perubahan komposisi tubuh, seperti bertambahnya jaringan lemak bertambah dan berkurangnya jumlah massa otot yang mempengaruhi penurunan jumlah dan sensitivitas insulin.

"Pada dasarnya, penderita diabetes tipe 2 boleh saja berpuasa. Namun, mereka juga harus paham mengenai tantangan dan risiko yang dihadapi selama menjalankannya," kata Prof Dr dr Sidartawan Soegondo, Sp.PD, KEMD, FINA, seorang Dokter Penyakit Dalam, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Pasien diabetes tipe 2 diminta untuk tidak terlalu mengubah drastis pola makan; disarankan untuk mendapatkan asupan karbohidrat kompleks saat sahur dan karbohidrat sederhana saat berbuka.

"Selain itu, mereka juga wajib menghindari makanan siap saji, gorengan, serta makanan dan minuman bergula serta selalu patuh pada kalori yang boleh dikonsumsi. Pasien juga dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter agar mengetahui solusi terbaik baik dari segi pola makan dan pengobatan selama berpuasa," tambahnya. (inilah.com)


Editor : suroprapanca