CCTV Segera Dipasang, Pemkot Bogor Cari Pelaku Vandalisme di Trase Batutulis
Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyiapkan pemasangan CCTV untuk mengidentifikasi pelaku vandalisme di tembok trase baru Jalan Batutulis.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim geram dengan aksi vandalisme di tembok trase baru Jalan Saleh Danasasmita, Kecamatan Bogor Selatan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor segera memasang kamera pengawas atau CCTV untuk mengidentifikasi pelaku dan menyiapkan sanksi terhadap tindakan perusakan fasilitas publik tersebut.
"Ya, intinya sih kita akan pasang CCTV itu aja ya, kita pasang CCTV segera. Untuk sanksinya nanti kami lihatlah. Yang pasti kalau benar-benar sayang sama Bogor mah enggak mungkin atau mau merusak, ya," ungkap Dedie kepada INILAHKORAN di Balai Kota Bogor, Rabu (4/11/2026).
Dedie menjelaskan, masyarakat yang mencintai Kota Bogor semestinya ikut menjaga keindahan lingkungan. Menurutnya, grafiti atau coretan pun seharusnya memiliki nilai seni, bukan sekadar mengotori fasilitas umum.
"Ya, bukan hanya sekedar mengotori. Dan sudah kami siapkan taman corat-coret, silakan dipakai taman corat-coret. Jadi jangan merusak, jangan mengotori fasilitas publik," jelasnya.
Vandalisme Diduga Dilakukan Dini Hari
Sementara itu, Lurah Lawanggintung, Erika Sriwahyuni menilai, vandalisme merupakan tindakan yang sulit dicegah apabila tidak diiringi kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum.
Terlebih, pelaku diduga sengaja melakukan aksinya pada waktu-waktu tertentu untuk menghindari pengawasan.
"Vandalisme itu memang perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab. Sepanjang kami menjaga, mereka juga akan terus kucing-kucingan melakukan vandalisme. Tidak hanya di Lawanggintung, ketika melihat lahan kosong yang dianggap cocok untuk mengekspresikan diri, pasti akan dituangkan di situ," ungkap Erika, Rabu (4/11/2026).
Erika menjelaskan, saat ini trase baru Jalan Saleh Danasasmita masih berada dalam masa uji coba dan pemeliharaan. Karena itu, setiap ditemukan coretan, pihak pelaksana proyek, PT Promix, langsung melakukan pembersihan agar kondisi jalan tetap terjaga.
Namun, menurutnya, membersihkan coretan saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Diperlukan penanganan lebih serius, termasuk aturan yang dapat memberikan efek jera kepada pelaku vandalisme.
Erika berharap adanya regulasi, baik berupa peraturan daerah (Perda) maupun peraturan wali kota (Perwali), yang secara khusus mengatur sanksi terhadap tindakan perusakan fasilitas umum.
"Kalau seperti ini terus, kami seperti bermain kucing-kucingan. Harus ada penanganan serius atau aturan yang mengatur, sehingga ada efek jera ketika seseorang tertangkap tangan melakukan vandalisme," tegasnya.
CCTV Dinilai Perlu Didukung Kepedulian Warga
Erika menilai pemasangan CCTV belum tentu efektif apabila tidak diiringi kesadaran masyarakat. Sebab, orang yang terbiasa melakukan vandalisme bisa saja tetap mencari celah untuk menjalankan aksinya.
Menurutnya, tidak mungkin menempatkan petugas untuk mengawasi lokasi tersebut selama 24 jam penuh. Kelurahan juga memiliki berbagai persoalan kewilayahan lain yang membutuhkan perhatian, terutama terkait keamanan dan ketertiban masyarakat.
Karena itu, pihak kelurahan telah menginstruksikan pengurus RT dan RW untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitar trase baru tersebut.
Erika mengungkapkan, aksi vandalisme bahkan diduga dilakukan pada dini hari. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari pengurus wilayah, kondisi dinding tembok penahan tanah (TPT) masih bersih sekitar pukul 03.00 WIB. Namun, ketika dilakukan pengecekan kembali sekitar pukul 03.30 WIB, coretan sudah muncul.
"Sudah saya perintahkan wilayah untuk ikut menjaga. Kebetulan lokasi itu masuk RW 8, RT 1. Sekitar pukul 03.00 WIB masih bersih, tetapi ketika dicek lagi pukul 03.30 WIB ternyata sudah ada coretan. Sepertinya memang kita dibuat kucing-kucingan," ungkapnya.
Erika menegaskan, menjaga trase baru Jalan Saleh Danasasmita bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Kelurahan Lawanggintung maupun pemerintah wilayah setempat. Seluruh masyarakat dan pengguna jalan juga perlu memiliki kepedulian terhadap fasilitas publik tersebut.
"Kami mengajak masyarakat yang melintas untuk tidak ragu menegur apabila melihat tindakan yang berpotensi merusak fasilitas umum, sekaligus membangun kepedulian bersama agar lingkungan tetap tertib dan nyaman," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

