Cegah Korupsi Sejak Dini

Cegah Korupsi Sejak Dini
ANTIKORUPSI: Kejari Cimahi menyambangi SMK Mohamad Toha Kota Cimahi melalui kegiatan Kampanye Anti Korupsi, Membangun Generasi Berintegritas belum lama ini.(INILAH/AGUS SATIA NEGARA)

INILAH, Cimahi - Benteng antikorupsi tidak selalu berdiri di ruang pengadilan. Ia bisa tumbuh dari ruang kelas, dari kebiasaan sederhana yang dilakukan berulang setiap hari.

Pesan itu dibawa Kejaksaan Negeri Cimahi ke SMK Mohamad Toha Kota Cimahi melalui Kampanye Anti Korupsi, Membangun Generasi Berintegritas, belum lama ini.

Para pelajar diajak melihat korupsi bukan semata persoalan uang negara. Lebih jauh, korupsi dapat berawal dari kebiasaan kecil ketika kejujuran diabaikan, hak orang lain diambil, atau aturan dilanggar demi keuntungan sendiri.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Cimahi Fajrian Yustiardi mengatakan, pencegahan korupsi paling efektif dilakukan dengan menanamkan kesadaran sejak dini.

Nilai-nilai Pancasila seperti kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, disiplin, dan rasa hormat terhadap hak orang lain menjadi fondasi penting dalam membentuk integritas.

Menurut Fajrian, perilaku antikorupsi tidak perlu menunggu seseorang menjadi pejabat. Ia dapat dimulai dari hal-hal sederhana.

Jujur saat ujian. Tidak mengambil barang milik orang lain. Menepati janji. Hingga berani menolak sesuatu yang diketahui salah.

"Korupsi tumbuh dari kebiasaan menganggap remeh aturan. Mengambil pulpen kantor, mencontek, tidak jujur dalam urusan kecil, itu benih yang sama. Kita tanamkan sejak sekarang karena integritas merupakan pilihan setiap hari," tuturnya.

Namun, ruang pendidikan karakter kini tidak berhenti di lingkungan sekolah. Dunia digital menjadi ruang baru yang juga membutuhkan kesadaran hukum.

Para siswa diingatkan, kemudahan media sosial berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Di balik layar ponsel, ada aturan yang tetap berlaku dan ada orang lain yang harus dihormati.

Fajrian menyebut tiga isu yang menjadi perhatian, yakni judi online, ujaran kebencian dan catcalling, serta child grooming.

(agus satia negara/gin)


Editor : Inilahkoran