Cegah Penumpukan Siswa, Disdik Cimahi Ubah Skema Relokasi SMPN 14 Cimahi
Disdik Cimahi mengubah skema relokasi SMPN 14 untuk mencegah penumpukan siswa
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi mengubah skema relokasi sementara seluruh peserta didik SMP Negeri 14 Cimahi yang sebelumnya dipusatkan di satu lokasi penampungan selama pembangunan gedung baru berlangsung.
Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang berjalan selama satu pekan di lokasi penampungan sementara yang dinilai memerlukan penyesuaian mendesak.
"Dalam pengaturan terbaru yang telah disepakati, proses pembelajaran kini dibagi ke dua lokasi berbeda untuk mengatasi keterbatasan kapasitas," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Reni Herawati, Rabu (19/8/2026).
Reni menjelaskan, sebagian siswa kembali menggunakan gedung lama SMPN 14 Cimahi, dengan memanfaatkan ruang-ruang yang masih layak dan aman dipakai, serta disesuaikan ketat dengan kapasitas maksimal yang tersedia.
"Sementara untuk kelompok siswa lainnya akan berpindah ke lokasi penampungan tambahan di SDN Padasuka Mandiri 4," jelasnya.
Reni mengakui, keputusan ini mengubah keseluruhan rencana awal yang menempatkan seluruh peserta didik secara terpusat di SDN Padasuka Mandiri 3.
"Pembagian lokasi ini dilakukan secara khusus untuk mencegah penumpukan jumlah siswa di satu sekolah penampung yang berisiko menurunkan kualitas pembelajaran," ujarnya.
Pihaknya menilai distribusi peserta didik wajib disesuaikan dengan kapasitas ruang kelas dan ketersediaan fasilitas agar kegiatan belajar tetap berjalan kondusif, serta tidak mengorbankan kenyamanan maupun hak pendidikan para siswa.
“Kami menilai penumpukan siswa di satu lokasi berpotensi mengganggu efektivitas pembelajaran dan kenyamanan," ungkapnya.
"Oleh karena itu, pembagian ke dua lokasi ini menjadi solusi agar kapasitas setiap ruang tidak berlebihan,” sambungnya.
Tak cuma itu, lanjut Reni, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah mitigasi teknis menyeluruh agar perubahan skema ini tidak mengganggu pemenuhan hak siswa mendapatkan layanan pendidikan yang layak.
"Mitigasi tersebut mencakup penyesuaian jadwal atau sistem shift belajar, pengaturan rasio ketersediaan toilet, hingga pemenuhan kebutuhan air bersih yang memadai," ujarnya.
Selain itu, ketersediaan meja dan kursi belajar yang ergonomis juga disesuaikan dengan kebutuhan setiap ruang pembelajaran.
“Seluruh pengaturan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kecukupan ruang kelas, fasilitas sanitasi dan air bersih, serta ketersediaan sarana penunjang pembelajaran lainnya. Tidak ada aspek yang kami abaikan demi kenyamanan siswa maupun guru,” bebernya.
Penyesuaian skema ini, terang Reni, sekaligus menjadi respons resmi terhadap kekhawatiran yang muncul terkait keterbatasan kapasitas sekolah penampungan sementara.
"Dengan pembagian lokasi antara gedung lama SMPN 14 Cimahi dan SDN Padasuka Mandiri 4, kegiatan pembelajaran diharapkan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek kebutuhan dasar maupun kenyamanan seluruh warga sekolah," imbuhnya.
Di sisi lain, pembangunan fisik gedung baru SMPN 14 Cimahi tetap berjalan sesuai tahapan konstruksi yang telah ditetapkan dan tidak mengalami penundaan.
Dinas Pendidikan Kota Cimahi juga berkomitmen melakukan pemantauan secara berkala terhadap proses pembelajaran, termasuk kondisi siswa dan guru selama seluruh masa pembangunan berlangsung.
“Kami akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan selama tahapan pembangunan berlangsung, agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan secara aman, tertib, efektif, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi peserta didik maupun guru,” tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

