Charis Yulianto: Posisi Tiga atau Empat di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Sudah Cukup Bagus untuk Indonesia

Mantan bek tangguh Timnas Indonesia, Charis Yulianto, menilai bahwa target realistis bagi skuad Garuda dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia adalah finis di posisi ketiga atau keempat Grup C.

Charis Yulianto: Posisi Tiga atau Empat di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Sudah Cukup Bagus untuk Indonesia
Charis Yulianto: Posisi Tiga atau Empat di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Sudah Cukup Bagus untuk Indonesia

INILAHKORAN, Bandung – Mantan bek tangguh Timnas Indonesia, Charis Yulianto, menilai bahwa target realistis bagi skuad Garuda dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia adalah finis di posisi ketiga atau keempat Grup C.

Mengingat kekuatan lawan-lawan berat seperti Jepang dan Australia, Charis menekankan pentingnya bersikap optimistis namun tetap realistis dalam menatap peluang Indonesia.

"Harus optimis, tetap kita harus realistis, (posisi) tiga atau empat cukup realistis lah. Kalau melihat dari Jepang dan Australia, kita harus realistis. (Posisi) tiga atau empat sudah cukup bagus untuk melaju ke putaran berikutnya," ujar Charis dikutip dari ANTARA.

Saat ini, Indonesia menempati peringkat ketiga Grup C dengan koleksi enam poin. Tim Garuda tertinggal sepuluh poin dari pemuncak klasemen, Jepang, dan hanya terpaut satu poin dari Australia, yang berada di posisi kedua.

Namun, persaingan di grup ini sangat ketat karena Indonesia memiliki jumlah poin yang sama dengan tiga tim di bawahnya, yaitu Arab Saudi, Bahrain, dan China. Hal ini membuat dua laga berikutnya menjadi krusial bagi peluang Timnas Indonesia untuk melaju ke fase berikutnya.

Di dua laga kualifikasi Piala Dunia 2026 terdekat, Indonesia akan menjalani tantangan besar:

  • 20 Maret 2025 – Bertandang ke markas Australia
  • 25 Maret 2025 – Menjamu Bahrain di kandang

Charis Yulianto bukanlah sosok asing dalam duel melawan Bahrain. Mantan pemain Persija Jakarta dan Arema ini pernah membela Timnas Indonesia saat mengalahkan Bahrain di Piala Asia 2007 dengan skor 2-1 di Jakarta.

Saat itu, Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas menjadi pahlawan dengan gol mereka yang memastikan kemenangan Garuda.

Menurut Charis, jika dibandingkan dengan masa lalu, Bahrain dan Indonesia memiliki kualitas yang hampir seimbang. Namun, ia menyoroti bahwa kemenangan akan sangat ditentukan oleh mentalitas dan kerja keras para pemain.

"Bahrain saya pikir kalau melihat secara kualitas hampir sama, cuma tinggal kemauan dan kerja keras seluruh pemain saja,” tutur Charis Yulianto.

“Apalagi sekarang kan ada perubahan di staf kepelatihan, artinya saya pikir tidak ada yang mencolok dari perubahan itu. Sekarang seperti apa para pemain yang harus dilakukan dengan kekuatan yang dimiliki secepatnya bisa beradaptasi dan memberikan perubahan yang bagus," sambungnya.

Meski begitu, Charis mengingatkan bahwa Bahrain memiliki gaya bermain keras dan berpotensi memancing emosi pemain Indonesia.

"Tipsnya ya kita fokus di permainan kita sendiri saja. Tim-tim Timur Tengah seperti itu (suka memancing emosi), seperti Bahrain, dulu Kuwait, juga hampir sama. Tentunya ini juga harus disikapi dengan baik, seluruh pemain timnas. Dan mudah-mudahan kita jangan sampai terpancing," tegasnya.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan