Cimahi Pertahankan Status Nol Rabies Sejak 1996, Gelar Vaksinasi dan Sterilisasi Gratis Besar-besaran
Pemkot Cimahi berkomitmen untuk menjaga status nol kasus rabies yang berhasil dipertahankan sejak tahun 1996. Penegasan ini disampaikan melalui peringatan Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi – Pemkot Cimahi berkomitmen untuk menjaga status nol kasus rabies yang berhasil dipertahankan sejak tahun 1996. Penegasan ini disampaikan melalui peringatan Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) 2025.
Acara yang dimotori oleh Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) ini tak hanya menjadi ajang edukasi terkait penyakit zoonosis yang mematikan, tetapi juga membuka layanan vaksinasi gratis bagi anjing dan kucing, serta program sterilisasi untuk 50 hewan peliharaan.
Wakil Wali kota cimahi, Adhitia Yudisthira, dalam sambutannya menekankan bahwa rabies adalah penyakit zoonosis yang sangat mematikan namun dapat dicegah.
Ia menggarisbawahi pentingnya peran aktif masyarakat dalam pencegahan rabies dan vaksinasi hewan peliharaan, sejalan dengan tema tahun ini, “Act Now: Me, You, Community”.
“Kita tidak hanya mengenang korban rabies, tapi bertekad melakukan tindakan nyata. Vaksinasi, edukasi, dan kolaborasi adalah kunci utama untuk mempertahankan Cimahi bebas rabies,” ujar Adhitia.
Adhitia juga menjelaskan bahwa program ini sekaligus menjadi strategi komprehensif dalam pengendalian populasi hewan, khususnya kucing liar.
Tak cuma itu, dirinya juga menyoroti besarnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk vaksinasi dan sterilisasi, yang kini digratiskan oleh Pemkot Cimahi.
“Kalau vaksinasi biayanya bisa Rp150 ribu, sedangkan kebiri bisa sampai Rp400 ribu. Hari ini semua gratis bagi warga Cimahi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pemkot Cimahi juga memiliki rencana jangka panjang untuk pengendalian populasi kucing liar.
“Sterilisasi menjadi salah satu cara pengendalian, terutama untuk kucing liar yang tidak bertuan. Tahun 2026 kita juga berencana membangun shelter untuk kucing liar,” tuturnya.
Dalam upaya modernisasi fasilitas kesehatan hewan, Adhitia mengungkapkan bahwa Pemkot Cimahi tengah menyiapkan roadmap pengembangan Puskeswan Sukimun.
Rencana ini meliputi pembangunan rumah sakit hewan hingga penyediaan shelter yang lebih representatif untuk menampung kucing-kucing liar pada tahun 2026.
“Tren memelihara hewan di Indonesia memiliki perputaran ekonomi hingga Rp36 triliun. Cimahi sebagai kota kreatif harus menyambut peluang ini,” katanya.
'Saya melihat potensi ekonomi yang bisa dikembangkan dari sektor hewan peliharaan," ucapnya.
Selain layanan kesehatan hewan, lanjut Adhitia, kegiatan ini juga melibatkan kader zoonosis dari kelurahan untuk memperluas jangkauan edukasi ke masyarakat.
"Sosialisasi aturan hukum melalui peraturan daerah (perda) juga terus digencarkan guna memastikan pemilik hewan bertanggung jawab jika terjadi kasus gigitan," ujarnya.
Dengan langkah-langkah nyata ini, pihaknya berharap dapat terus mempertahankan status bebas rabies sekaligus mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah hewan. Adhitia menegaskan bahwa program vaksinasi rabies tidak akan berhenti pada peringatan ini saja.
“Vaksinasi ini tidak hanya dilaksanakan hari ini saja, tetapi juga akan keliling di 15 kelurahan, gratis untuk masyarakat,” pungkasnya.***
Editor : Ahmad Sayuti

