CNG Dipercaya Bisa Hemat Subsidi 30 Persen dari LPG 3 Kg, ESDM: Tidak Beli dari Luar
ESDM sebut penggunaan CNG bisa menghemat subsidi hingga 30 persen dari penggunaan LPG 3 kg.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Saat ini, pemerintah berencana ganti penggunaan LPG 3 kg dengan Compressed Natural Gas (CNG) yang dimulai dari kota-kota besar di pulau Jawa.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan penggunaan CNG untuk menggantikan LPG 3 kg akan mulai dilakukan pada tahun 2026 ini
ESDM juga menyebutkan penggunaan CNG untuk menjadi pengganti LPG 3kg dapat menghemat subsidi hingga 30 persen.
“Dengan konten yang sama, dengan harga yang sama dengan LPG 3kg, kita bisa menghemat 30 persen. Subsidinya lebih rendah (CNG) daripada subsidi LPG,” jelas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman
Laode menjelaskan bahwa LPG membutuhkan anggaran yang lebih banyak, sebab LPG tak hanya membutuhkan subsidi, tetapi juga harus diimpor dari luar negeri.
“Jadi, ada dua beban sebenarnya dari LPG. Sudah subsidi, dia impor. Ini ada devisa juga kita keluarkan,” tutur Laode dikutip dari laman Antara.
Sedangkan CNG, Indonesia sudah menghasilkan gas bumi sendiri yang diyakini dapat memenuhi kebutuhan di dalam negeri.
Laode meyakini Indonesia bisa menghemat 20–30 persen subsidinya apabila beralih dari LPG ke CNG.
“Artinya, ini kenapa tidak kita manfaatkan? Gasnya juga dari kita sendiri, sehingga kita tidak perlu beli dari luar,” ungkap Laode.***
Editor : Irma Nurfajri

