Kurangi Impor LPG, Pemerintah Minta Masyarakat Gunakan CNG: Tidak Ada Cara lain

Pemerintah minta masyarakat segera gunakan CNG untuk mengurangi impor gas LPG.

Kurangi Impor LPG, Pemerintah Minta Masyarakat Gunakan CNG: Tidak Ada Cara lain
Ilustrasi gas LPG 3kg.

INILAHKORAN, Bandung - Sebelumnya pemerintah berencana mengganti pengunaan LPG dengan Compressed Natural Gas (CNG).

Kini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah mempercepat penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai upaya penggantian dan pengurangan impor LPG.

LPG ini tidak ada cara lain untuk kita mengurangi devisa kita keluar dan mengurangi subsidi. Harus ada bauran energi. Makanya kita dorong sekarang CNG. CNG itu gasnya pakai C1, C2 dan itu melimpah di Indonesia,” tutur Bahlil.

Bahlil menyoroti konversi minyak tanah ke LPG yang dimulai pada tahun 2006 sebagai ide dan program yang baik.

Meski demikian, Bahlil menilai kebijakan tersebut masih belum sepenuhnya siap dengan industri LPG di dalam negeri, sehingga ketergantungan pada impor untuk memenuhi kebutuhan nasional.

LPG dulu tahun 2006 dikonversi dari minyak tanah itu ide mulia, bagus. Tapi kita tidak beriringan dengan industri LPG, maka kita sebenarnya yang impor lagi,” terang dia.

Saat ini rata-rata konsumsi LPG Indonesia adalah sebesar lebih dari 8,5 juta MT per tahun. Akan tetapi, produksi LPG nasional masih berada di angka 1,91 juta MT saja, sehingga sekitar 7,47 juta MT harus dipenuhi melalui impor.

Oleh karena itu, Menteri ESDM Bahlil menilai upaya pemerintah untuk m1r nyaempercepat adopsi CNG sebagai alternatif LPG juga diperlukan untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi.***


Editor : Irma Nurfajri