Coretan Bertuliskan “PJFC” Muncul di Jembatan Layang Pasupati, Aksi Vandalisme Tuai Kecaman Warganet
coretan bertuliskan “PJFC” terlihat di dinding Jembatan Layang Pasupati jelang laga Persib vs Persija.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Aksi vandalisme kembali mencoreng fasilitas publik di Kota Bandung. Kali ini, coretan bertuliskan “PJFC” terlihat di dinding Jembatan Layang Pasupati dan menuai kecaman dari masyarakat setelah videonya viral di media sosial.
Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Instagram @bandungterkini dan memperlihatkan tulisan berwarna mencolok yang diduga dibuat menggunakan cat semprot.
Coretan itu dinilai merusak estetika salah satu ikon infrastruktur Kota Bandung yang kerap menjadi sorotan wisatawan.
Dalam keterangan unggahan, pengelola akun menyayangkan tindakan vandalisme tersebut karena dinilai melanggar aturan serta mencederai keindahan ruang publik. Aksi ini juga disorot lantaran terjadi menjelang laga sepak bola besar yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu, 11 Januari antara Persib Bandung vs Persija Jakarta.
“Menjelang laga besar di GBLA 11 Januari besok, mari buktikan bahwa suporter sepak bola bisa tertib dan menghargai fasilitas kota. Stop vandalisme,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Unggahan itu pun langsung mendapat respons luas dari warganet. Banyak netizen menyatakan kekecewaan dan meminta agar pelaku vandalisme ditindak tegas. Sebagian lainnya mengingatkan pentingnya menjaga citra suporter sepak bola agar tidak selalu dikaitkan dengan tindakan merugikan fasilitas umum.
Jembatan Layang Pasupati sendiri merupakan salah satu landmark Kota Bandung yang memiliki nilai estetika dan fungsi vital sebagai penghubung arus lalu lintas. Aksi vandalisme di lokasi tersebut dinilai tidak hanya merugikan secara visual, tetapi juga berpotensi menambah beban biaya perawatan fasilitas publik.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait identitas pelaku maupun langkah penindakan atas aksi vandalisme tersebut. Namun, masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang, terutama menjelang agenda pertandingan besar yang melibatkan banyak suporter.
Editor : Firda Rachmawati

