Halte Rutin Dirawat, Aksi Vandalisme Tetap Bayangi Fasilitas Transportasi Kota Bandung

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung memastikan, pemeliharaan halte dilakukan secara rutin setiap hari melalui tim swakelola yang bertugas memantau, membersihkan dan memperbaiki fasilitas transportasi.

Halte Rutin Dirawat, Aksi Vandalisme Tetap Bayangi Fasilitas Transportasi Kota Bandung
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung memastikan, pemeliharaan halte dilakukan secara rutin setiap hari melalui tim swakelola yang bertugas memantau, membersihkan dan memperbaiki fasilitas transportasi.

INILAHKORAN.ID - Dinas Perhubungan (Dishub) kota bandung memastikan, pemeliharaan halte dilakukan secara rutin setiap hari melalui tim swakelola yang bertugas memantau, membersihkan dan memperbaiki fasilitas transportasi.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi, Dishub kota bandung, Panji Kharismadi menjelaskan, pemeliharaan halte merupakan pekerjaan berkelanjutan yang tidak pernah berhenti.

"Rutin kalau pemeliharaan halte, kita tiap hari ada yang bergerak. Jadi kita di kantor, ada teman-teman yang memang memelihara halte secara swakelola," kata Panji Kharismadi pada Sabtu 6 Desember 2025.

Selain itu, pihaknya turut mengandalkan laporan dari masyarakat untuk mempercepat penanganan kerusakan fasilitas. "Kalau ada prasarana transportasi yang rusak, silakan informasikan ke kami. Kami sangat menunggu informasi dari warga masyarakat untuk pemeliharaan prasarana transportasi," ucapnya.

Menurutnya, beberapa halte mengalami kerusakan berat. Terutama pada bagian atap. Panji mencontohkan halte yang berada di dekat SMPN 14.

"Atap itu kan ada beberapa, kalau posisinya ada pohon lalu daunnya berguguran jadi berat. Apalagi kalau desainnya itu sampahnya nggak turun ke bawah. Kayak yang di sebelah SMPN 14, itu atapnya rusak karena saking beratnya daun-daun yang jadi sampah," ujar dia.

Untuk menunjang pemeliharaan, Dishub kota bandung memiliki tim teknis yang dapat melakukan berbagai jenis perbaikan. "Kita punya tim yang ahli ngelas juga untuk perbaikan. Dan kita kalau ada apa-apa pun, kita siapkan 24 jam untuk keliaran," jelasnya.

Meskipun upaya pemeliharaan terus dilakukan, vandalisme menjadi tantangan terbesar. "Paling banyak itu vandalisme. vandalisme itu paling banyak menimpa halte juga," ujar dia. 

Ia menyebut, rambu lalu lintas juga menjadi sasaran. "Itu sangat kita sayangkan karena itu perlu buat penunjuk arah warga masyarakat, khususnya yang menggunakan angkutan umum. Tapi ya kami sangat menyayangkan warga masyarakat ada yang memang tidak bertanggung jawab dengan mencorat-coret," ucapnya.

Pihaknya berharap, kesadaran masyarakat meningkat sehingga fasilitas transportasi dapat lebih terjaga dan berfungsi optimal bagi pengguna angkutan umum di kota bandung.


Editor : Ahmad Sayuti