Coretan 'PJFC' Berubah Jadi '1933 Still Alive', Ramaikan Jelang Laga Persib vs Persija, Satpol PP Sesalkan Aksi Vandalisme
Pada Jumat 9 Januari 2026 tulisan 'PJFC' tersebut telah ditutup menggunakan cat abu-abu. Namun, di lokasi yang sama terlihat tulisan lain berbunyi “1933 Still Alive yang diduga merujuk pada klub kebanggaan Bobotoh Persib Bandung”.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Jelang Persib vs Persija, aksi vandalisme kembali terjadi di ruang publik Kota Bandung. Coretan bertuliskan “PJFC” dengan warna oranye yang diduga merujuk pada Persija FC muncul di Jembatan Pasupati dan sempat beredar luas di media sosial.
Pada Jumat 9 Januari 2026 tulisan 'PJFC' tersebut telah ditutup menggunakan cat abu-abu. Namun, di lokasi yang sama terlihat tulisan lain berbunyi “1933 still alive yang diduga merujuk pada klub kebanggaan Bobotoh Persib Bandung”.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, menyampaikan keprihatinannya, terlebih insiden ini terjadi menjelang laga besar antara Persib Bandung dan Persija Jakarta.
"Nah, terus terang saja itu kan sarana umum, fasilitas umum, mestinya tidak boleh lah. Itu kan sangat mengganggu dan mengotori daripada estetika kota," kata Bambang saat dihubungi.
Saat ini, Satpol PP Kota Bandung tengah menjalin koordinasi dengan sejumlah perangkat daerah untuk mengungkap pelaku perusakan fasilitas umum tersebut. Upaya penelusuran dilakukan dengan memanfaatkan rekaman kamera pengawas yang ada di sekitar lokasi kejadian.
"Kita nanti kita koordinasi dengan Diskominfo. Kira-kira itu kira bisa enggak ditelusuri siapa pelakunya. Karena kan itu kejadiannya saat malam, dan ya namanya orang bergerak sulit juga kita," paparnya.
Bambang mengimbau masyarakat, khususnya Bobotoh sebagai pendukung Persib Bandung, agar tidak terpancing emosi maupun provokasi akibat aksi vandalisme tersebut. Ia menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban menjadi hal utama menjelang pertandingan.
Ia juga mengingatkan agar suporter tim tamu yang berada di Bandung tidak melakukan tindakan serupa atau perusakan fasilitas publik lainnya. Menurutnya, pertandingan sepak bola seharusnya menjadi ajang hiburan yang dinikmati bersama.
"Jadi jangan kita melakukan hal pelanggaran. Intinya mari kita ciptakan kondusifitas ini merupakan tanggung kita bersama," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti


