Corona di Hari Valentine

IBU dan anak di Kota Depok positif terinfeksi corona. Didapat saat pesta dansa. Sebanyak 76 petugas medis rumah sakit dirumahkan sementara.

Corona di Hari Valentine

IBU dan anak di Kota Depok positif terinfeksi corona. Didapat saat pesta dansa. Sebanyak 76 petugas medis rumah sakit dirumahkan sementara.

Dua hari setelah acara dansa-dansi itu, NT merasa tak nyaman. Tubuhnya terasa sakit. Berkali-kali dia mengalami batuk, kadang tiada berhenti. Tak ada pikiran aneh pada wanita berusia 31 tahun itu.

Dua hari sebelumnya, tepatnya pada 14 Februari, tepat di Hari Valentine, wanita yang berprofesi sebagai guru dansa itu menemani seorang warga Jepang berdansa di sebuah kelab di Jakarta. Tak hanya warga Jepang, ada pula peserta lain dari berbagai negara.

Begitu merasa kondisi badannya kurang enak, NT menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kota Depok. Tak ada perubahan. Dia bahkan mulai merasa sesak dan sedikit demam. Kontan saja dia minta rawat inap.

Pihak rumah sakit sudah mengindikasikan NT sebagai orang dalam pengawasan atau pasien dalam pemantauan. Karena itu, penanganan pasien ini khusus dengan mengutamakan prosedur untuk antisipasi penyakit infeksi.

Dua minggu setelah dansa di Hari Valentine itu, NT menerima telepon dari teman dansanya warga Jepang. Dari situlah, warga Jepang itu menyatakan dirinya positif terinfeksi virus Covid-19.

Wanita itulah, bersama ibunya, yang diumumkan Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, sebagai WNI pertama positif terinfeksi Covid-19.

“Pada tanggal 28 Februari 2020, dia ditelepon teman dekatnya itu, bahwa di Malaysia dia dirawat dengan Covid-19 positif,” ujar Terawan, Senin (2/3).

Setelah mendapatkan informasi itu, NT memberitahukan kepada tenaga medis yakni dokter dan perawat yang merawatnya di rumah sakit di Depok itu. “(Di Depok) dia sudah dirawat sebagai orang dalam pengawasan. Dia menjadi pasien dalam pemantauan sehingga teman-teman dokter yang ada di rumah sakit itu dia sudah menyiapkan diri dengan segala peralatan begitu dianggap pasien itu sebagai pasien dalam pemantauan,” ujar Terawan. Sehari setelah telepon itu, NT pun dipindahkan ke RSPI Sulianto Saroso. 

Akan halnya MD, sang ibu, diketahui kontak langsung dengan anaknya pada 20 Februari. Dia juga kemudian berobat ke RS Mitra Depok. Diagnosa awal, dia terkena tifoid dd ISPA. Bersamaan dengan NT, dia pun dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso.

Pengumuman Jokowi dan Terawan, sontak membuat heboh negeri. Terlebih, sebelumnya, banyak pula negara dan para ahli yang tak begitu yakin, Indonesia bebas corona.

NT dan MD sebenarnya tinggal serumah dengan dua anggota keluarga lain. Tapi, sampai saat ini, dua anggota keluarga lain itu tak menunjukkan tanda-tanda terinfeksi Covid 19.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap asisten rumah tangga (ART) NT-MD. “Tak ada gejala, namun karena dia kontak sangat dekat dengan penderita, khawatir terjadi apa-apa. Kami bawa ke RSPI Sulianto Saroso,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita.

Menurut dia pihaknya juga melakukan identifikasi siapa saja yang kontak langsung dengan warga Depok yang positif Covid-19 kemudian dilakukan pemantauan kesehatannya yaitu orang dengan pemantauan (ODP).

Ternyata, diduga banyak yang melakukan kontak, termasuk kontak turunan. Saat ini yang paling intensif “dikejar” adalah petugas medis di RS Mitra saat NT berada dalam perawatan.

Wali Kota Depok, Muhammad Idris Abdul Somad mengatakan, ada sekitar 50 orang lebih yang berinteraksi dengan kedua pasien itu. Karena itu, pihaknya tengah mencari keberadaan mereka.

“Penegasan, yang positif dua corona, yang terindikasi di atas 50 orang. Yang di atas 50 orang ini yang kontak langsung dengan korban,” tutur Idris di Balai Kota Depok.

Menurut Idris, 50 orang tersebut mencakup petugas medis Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok dan pasien di rumah sakit tersebut. Sebab, dua korban virus corona sempat memeriksakan kesehatannya di sana.

“Memang ada beberapa pasien yang mengeluh flu di rumah sakit, tapi belum terbukti,” katanya.

Kini Pemkot Depok mengawasi setiap keluhan dan laporan yang masuk ke setiap lembaga medis, termasuk puskesmas dan rumah sakit. Idris berharap setiap lapisan masyarakat dapat sigap memberikan informasi terkait virus corona di lingkungannya.

“Tetangga sekitarnya kami masih cari informasi yang lain,” tambah Idris.

Angka yang lebih rigid datang dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono. Dia menyebut memang sudah ada laporan dari RS Mitra Keluarga terindikasi sebanyak 76. Sehingga rumah sakit merumahkan seluruh tenaga medis beberapa hari ini. “Puluhan terindikasi, semuanya sudah dirumahkan,” tandasnya.

Tak hanya petugas medis RS Mitra Keluarga, lokasi yang diduga sebagai tempat dansa pada Hari Valentine pun didatangi petugas. Camat Mampang Prapatan Djaharuddin bersama Lurah Bangka, Nofi Ernita mendatangi Kafe Amigos yang disebut sebagai tempat dansa warga negara Jepang dengan NT.

Camat dan lurah bersama unsur muspika, Polri dan TNI tiba di Amigos Klub di Jalan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Senin sore pukul 16.20 WIB.

Kedatangan jajaran muspika langsung ditemui Manager Regional Amigos bernama Agus dan bagian publikasi media Amigos. Camat dan lurah beserta polisi menanyakan tentang acara apa saja yang dilaksanakan di klub tersebut.

Agus menjelaskan Amigos dan Paloma dua klub yang berbeda. Agus mengklarifikasi dalam rilis yang mengatakan klub yang didatangi pasien positif corona Paloma dan Amigos Klub.

“Jadi kalau disebut Paloma dan Amigos, jelas itu beda, Amigos ya Amogos, Paloma beda lagi,” kata Agus.

Agus juga mengklarifikasi pada 14 Februari tersebut pihaknya tidak mengadakan acara besar. Hanya acara reguler rutin setiap Jumat, yakni Latin Night atau salsa.

“Kalau di berita itu disebut acara besar, padahal malam itu kita cuma ngadain acara reguler biasa Latin Night,” kata Agus.

Agus juga mengonfirmasi Amigos ada di dua lokasi, yakni Amigos di Mall Belagio, Kuningan dan Amigos Kemang.

Amigos masih tetap beroperasi setelah pemberitaan terkait pasien positif corona tersebar luas di masyarakat. 
 


Editor : Zulfirman