Cuaca Ekstrem, Dadang Supriatna Minta Warga Waspada Banjir hingga Angin Kencang
Pemkab Bandung mengimbau masyarakat di 31 kecamatan agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang tengah melanda.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemkab Bandung mengimbau masyarakat di 31 kecamatan agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang tengah melanda.
Sebagai bentuk langkah preventif, Bupati Bandung Dadang Supriatna secara resmi telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang peringatan cuaca ekstrem di Kabupaten Bandung.
SE terkait cuaca ekstrem itu ditujukan secara luas kepada seluruh pemerintah kecamatan, desa/kelurahan se-Kabupaten Bandung, serta langsung kepada masyarakat untuk menjadi dasar dalam melakukan antisipasi dini.
"Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), kami mengimbau agar masyarakat selalu waspada mengingat cuaca ekstrem yang terjadi akhir bulan Januari ini," ujar Dadang Supriatna, Kamis 29 Januari 2026.
Menurut informasi yang diterima dari BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat, lanjut Dadang Supriatna, Kabupaten Bandung diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan dalam intensitas curah hujan, mulai dari sedang hingga sangat lebat.
Periode cuaca ekstrem ini diprediksi berlangsung mulai 23 Januari hingga awal Februari mendatang. Bahkan, menurut BMKG, curah hujan tinggi tersebut dapat disertai dengan petir/kilat dan angin kencang.
Dadang juga menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini dipicu kombinasi fenomena La Nina lemah, aktivitas gelombang atmosfer yang meningkat, serta suhu muka laut yang relatif hangat di wilayah sekitar Jawa Barat.
Semua faktor ini secara signifikan meningkatkan pertumbuhan awan hujan yang akhirnya menyebabkan potensi curah hujan tinggi di Kabupaten Bandung.
Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi cuaca ekstrem ini.
"Kami sekali lagi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan langkah antisipatif terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi terutama banjir, longsor dan angin kencang," ujarnya.
"Masyarakat diminta tetap tenang dan silakan beraktivitas seperti biasa. Namun tetap waspada serta senantiasa memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui laman resmi BMKG," katanya.
Selain itu, melalui surat edaran yang telah dikeluarkan, pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan juga diminta untuk melakukan pemantauan secara berkala di wilayah masing-masing, dan segera berkoordinasi jika terjadi kejadian darurat akibat cuaca ekstrem.
Editor : Doni Ramdhani

