Dadang Minta Para Camat Jangan Lengah saat Masa Peralihan Kemarau ke Hujan
Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta seluruh camat tidak lengah menghadapi masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta seluruh camat tidak lengah menghadapi masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.
Tak hanya meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, Dadang bahkan mewajibkan camat melapor jika hendak bepergian ke luar wilayah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan respons pemerintah tetap cepat ketika sewaktu-waktu terjadi bencana.
Dadang mengatakan, kondisi cuaca saat ini sulit diprediksi. Hujan deras, longsor hingga getaran dapat terjadi secara tiba-tiba sehingga kesiapsiagaan pemerintah di tingkat kewilayahan harus diperkuat.
“Karena kondisi transisi cuaca ini tidak menentu. Tiba-tiba ada getaran, tiba-tiba ada longsor, tiba-tiba ada hujan, tiba-tiba musim kemarau, ini kan tidak menentu,” kata Dadang, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, camat memiliki peran penting dalam memastikan penanganan awal apabila terjadi kondisi darurat di wilayahnya. Karena itu, keberadaan pejabat kewilayahan tidak boleh kosong.
“Saya wajibkan lapor kepada saya para camat itu kalau ada kepentingan keluar, wajib lapor. Sehingga antisipasi pengganti di lapangannya harus betul-betul terlayani,” ujarnya.
Di sisi lain, Dadang mengingatkan masyarakat agar tidak terlena dengan perubahan cuaca. Ia meminta warga tetap menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, diimbau menggunakan masker sebagai salah satu langkah antisipasi menghadapi kondisi udara yang berubah-ubah.
“Pada dasarnya tetap harus penjagaan dan saya mengimbau kepada warga untuk tetap waspada, jangan terlena. Kalau keluar rumah diusahakan untuk selalu menggunakan masker. Ini salah satu antisipasi,” katanya.
Dadang juga meminta masyarakat mewaspadai wilayah yang terdapat genangan air. Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung diminta melakukan fogging di lokasi yang terdeteksi berpotensi menjadi tempat penyebaran virus.
“Bagi lokasi-lokasi yang ada genangan ini harus selalu diwaspadai, jangan sampai ada genangan dan saya minta kepada Dinas Kesehatan untuk selalu melakukan fogging untuk lokasi-lokasi yang terdeteksi ada penyebaran virus,” ujarnya.
Ancaman bencana juga menjadi perhatian serius memasuki musim penghujan. Dadang menyebut kondisi tanah yang sebelumnya kering akibat kemarau berpotensi mengalami erosi ketika kembali diguyur hujan.
Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung diminta terus memberikan edukasi dan mitigasi kepada masyarakat, terutama mereka yang tinggal di kawasan rawan bencana.
“Makanya saya selalu men-support kepada BPBD untuk memberikan mitigasi risiko dan edukasi kepada masyarakat kalau terjadi gempa, kalau terjadi longsor segala macam. Daerah-daerah yang berpotensi itu selalu diberikan edukasi,” katanya.
Pelatihan tanggap darurat pun diminta terus dilakukan. Sebelumnya, pelatihan serupa telah digelar di wilayah Pangalengan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Dadang menegaskan, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tugas pemerintah. Masyarakat juga perlu memahami potensi ancaman di wilayah masing-masing dan mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
Editor : Doni Ramdhani

