Dampak Bencana Alam, Desa Cileuksa Paling Terisolir

Desa Cileuksa menjadi lokasi paling terdampak bencana dan belum maksimal dalam penyaluran bantuan logistik, obat - obatan maupun lainnya, kondisi ini karena banyak akses insfrastruktur jalan yang terputus. 

Dampak Bencana Alam, Desa Cileuksa Paling Terisolir
foto: INILAH/Reza Zurifwan

INILAH, Sukajaya - Desa Cileuksa menjadi lokasi paling terdampak bencana dan belum maksimal dalam penyaluran bantuan logistik, obat - obatan maupun lainnya, kondisi ini karena banyak akses insfrastruktur jalan yang terputus. 

Untuk menyalurkan bantuan ke desa paling terisolir ini, tim tanggap bencana pun bolak - balik menggunakan helikopter jenis bell 412 pinjaman dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Desa Cileuksa ini hingga hari ini belum bisa ditembus melalui jalur darat (jalur melalui Desa Harkay Jaya), hingga kita harus menggunakan helikopter. Berdasarkan laporan masyarakat jugavada dua kampung di Desa Cileuksa yang belum mendapatkan bantuan hingga tadi saya langsung menyalurkan bantuan logistik, obat - obatan dan lainnya," ucap penangung jawab tim tanggap bencana Brigjend (TNI) Novi Helmy Prasetya keada wartawan di Mako BPBD Kabupaten Bogor, Cibinong, Jumat (10/1).

Ia menerangkan selain memberikan bantuan dari Pemkab Bogor, hari ini dirinya juga mengantarkan paket bantuan dari Presiden Joko Widodo kepada warga korban bencana alam banjir bandang dan longsor tersebut.

"Hari ini kami mengantarkan 200 paket bantuan dari Presiden Joko Widodo, ada beras, regal, minyak goreng, mie instan dan lainnya kepada masyarakat Kampung Ciar dan Kampung Cizairin, Desa Cileuksa. Kalau untuk desa lainnya itu sudah disalurkan paket bantuan dari bapak presiden," terangnya.

Pria yang sudah cukup lama menjabat sebagai Komandan Korem 061/Surya Kencana ini menjelaskan bahwa TNI dan warga sudah tiga kali menolong ibu hamil, orang sakit dan lainnya di Dssa Cileuksa. Karena warga cukup banyak yang sakit maka jajarannya akan mengirim tim medis di desa tersebut.

"Kami berencana akan mengirim tim medis ke Desa Cileuksa, karena dibutuhka masyatakat. TNI sendiri sudah beberapa kali menandu ibu hamil dan masyarakat yang sakit untuk selanjutnya dibawa atau dirawat ke rumah sakit terdekat," jelas Helmy.

Ia melanjutkan karena ada kampung yang belum terjangkau bantuan dan demi kecepatan akses menuju lokasi terdampak bencama alam banjir bandang dan longsor, dirinya pun meminta tambahan pinjaman helikopter lagi dari BNPB.

"Kami sudah minta dipinjami lagi helikopter dari BNPB, alhamdulillah sudah disetujui oleh Kepala BNPB Letjend (TNI) Doni Manardo. Helikopter ini kita perlukan agar pengiriman bantuan ke seluruh desa terdampak bencana alam bisa lebih cepat lagi," lanjutnya. (Reza Zurifwan)

 


Editor : JakaPermana