Dampak Kemarau Bisa Terjadi Hingga Akhir 2019

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau terjadi Agustus 2019. Karena itu masyarakat diingatkan mengenai potensi kekeringan hingga akhir tahun ini.

Dampak Kemarau Bisa Terjadi Hingga Akhir 2019
Foto: Net

INILAH, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau terjadi Agustus 2019. Karena itu masyarakat diingatkan mengenai potensi kekeringan hingga akhir tahun ini.

Kepala BMKG Dikorita Karnawati mengatakan perlunya antisipasi dampak dari musim kemarau yang kemungkinan bakal terjadi di Sumatra Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Papua sekitar Agustus-September 2019.

"Mumpung ini masih awal Juli, jadi kan perlu ada antisipasi. Karena nanti ketersediaan air akan mengalami defisit," ujarnya.

Menurut dia, mulai Oktober 2019 akan berhembus angin kencang menyeberangi khatulistiwa yang akan berakibat terjadi kekeringan di Kalimantan Utara. Dan akan terus bergerak hingga November, Desember.

"November, Desember bukan berarti sudah selesai, bergerak ke arah utara. Jadi tidak serempak, cuma (kemarau) yang paling luas itu di bulan Agustus-September," tandasnya. (INILAHCOM)
 


Editor : DeryFG